dua-tahun-reog-singo-mbalelo-berbagi-bersama-anak-yatim
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Memasuki usia dua tahun, Reog Singo Mbalelo Pekanbaru terus berkiprah di Bumi Lancang Kuning, Riau. Ahad (10/1) petang, Reog Singo Mbalelo Pekanbaru berbagi kepada anak yatim piatu di Panti Asuhan Yayasan Baithul Al-Anshor Al-Islami, Rumbai, yakni berupa bantuan beras 10 Kg dan sedikit uang kepada masing-masing anak.
Ketua Reog Singo Mbalelo Pekanbaru, Sulamto yang ditemui Riau Pos usai penyerahan bantuan mengatakan, kegiatan berbagi ini dalam rangka memperingati dua tahun Reog Singo Mbalelo Pekanbaru di Bumi Lancang Kuning, Riau.
"Pada 5 Januari 2021 kemarin, Reog Singo Mbalelo Pekanbaru genap berusia dua tahun. Sebagai bentuk rasa syukur, hari ini kami memberikan sedikit bantuan berupa beras dan sedikit uang kepada anak-anak yatim dan piatu yang ada di Panti Asuhan Yayasan Baithul Al-Anshor Al-Islami, Rumbai ini. Semoga bantuan yang sedikit ini bisa bermanfaat buat mereka semuanya," ujarnya.
Sulamto berharap, semoga ke depannya Reog Singo Mbalelo Pekanbaru bisa berbuat lebih banyak lagi untuk lingkungan sekitar. "Kami selalu berpikir, apa yang bisa kami berikan untuk bangsa dan negara kami, bukan apa yang bisa kami ambil dari bangsa dan negara kami. Dan kami juga berharap, semoga Singo Mbalelo Pekanbaru bisa menyatukan seni reog yang ada di Bumi Lancing Kuning ini," ucapnya.
Ketua Yayasan Baithul Al-Anshor Al-Islami, Rumbai Depriadi didampingi Sekretaris Yayasan Asriadi, berharap Reog Singo Mbalelo Pekanbaru tetap berkarya, dan semua kru-nya tetap diberikan kesehatan. "Kami sangat berterima kasih sekali atas bantuan yang sudah diberikan oleh Reog Singo Mbalelo. Semoga ke depan Reog Singo Mbalelo Pekanbaru tetap eksis di Bumi Lancang Kuning," harapnya.
Asriadi menambahkan, semoga apa yang sudah dilakukan oleh Reog Singo Mbalelo Pekanbaru hari ini, hendaknya ini bisa menjadi motivasi diri bagi semua anak-anak di panti, yakni selalu ingin berbuat yang terbaik untuk lingkungan sekitar.(lim/ifr)
Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…
DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.
Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…
Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…
Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…
Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…