Pengendara melintasi Jalan Dharma Bakti , Kecamatan Payung Sekaki yang sedang tahap perbaikan jalan dan drainase, Selasa (9/7/2024). (MHD AKHWAN/riau pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru mulai melakukan penimbunan terhadap badan Jalan Dharma Bakti, Kecamatan Payung Sekaki.
Pantauan Riau Pos, Selasa (9/7) perbaikan jalan yang dilakukan saat ini baru selesai tahap pemasangan base di titik ruas jalan yang rusak parah. Namun, badan jalan yang ditimbun menggunakan material batu dan pasir ini dalam kondisi kering, sehingga menimbulkan debu saat dilalui kendaraan roda dua, roda empat dan juga sejumlah angkutan barang, sehingga membuat masyarakat sekitar merasa tergganggu.
Salah seorang pengendara sepeda motor Zukri mengeluhkan kondisi Jalan Dharma Bakti berdebu sehingga sangat menyulitkan pengendara untuk melintas.
Ia berharap pemerintah segera menyelesaikan perbaikan tersebut agar ruas jalan alternatif itu bisa digunakan oleh masyarakat.
“Kita berharapnya ini secepatnya diaspal, karena debunya nggak tahan,” ucapnya. Warga setempat Winarto mengaku sering menyiramkan air ke badan jalan agar mengurangi debu di jalan. “Kami berharap jalan ini cepat diselesaikan perbaikannya biar kami bisa berjualan dengan nyaman,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pekanbaru Edward Riansyah mengaku, saat ini pihaknya sudah memulai proses pengaspalan ulang (overlay) Jalan Dharma Bakti (Sigunggung), Kecamatan Payung Sekaki dengan melakukan tahap base A atau penebalan jalan dengan kerikil dan pasir. Nantinya, proses overlay dilanjutkan dengan pelapisan prime coat (perekat aspal), agar aspal bisa lebih melekat sempurna dengan permukaan tanah.
Ia tidak memungkiri jika proses perbaikan jalan membuat masyarakat menjadi resah karena banyak proses yang harus dilalui sebelum badan jalan mulus kembali. “Kepada warga Sigunggung, kami mohon maaf untuk ketidaknyamanan selama pengerjaan jalan ini berlangsung,” ucapnya.(ayi)
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…