Categories: Pekanbaru

Wawako: Pihak Sekolah Jangan Main Belakang

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 untuk Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) di Pekanbaru sudah rampung. Pihak sekolah diingatkan untuk tidak menambah sendiri peserta didik belakangan.
PPBD di Kota Pekanbaru digelar 1-3 Juli. Tahun ini, PPDB digelar dengan sistem zonasi. Sistem ini diatur melalui Permendikbud Nomor 51/2018. Di sini diatur jalur penerimaan yakni sistem zonasi 90 persen. Sementara itu, 5 persen sisanya merupakan jatah bagi siswa berprestasi dan lima persen lagi jatah calon siswa yang pindah dari daerah lain di luar kota. Angka ini kini memiliki komposisi 80 persen untuk zonasi, 15 persen jalur prestasi dan 5 persen pindahan dari luar kota.
Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Ayat Cahyadi, Selasa (9/7), mengingatkan pihak sekolah untuk tidak bermain dengan menambah peserta didik belakangan. Ia menegaskan agar sekolah yang sudah memenuhi daya tampung tidak menerima peserta didik lagi. ’’Apalagi memungut bayaran kepada para peserta didik baru yang hendak masuk belakangan. Jangan sampai kami temukan main belakang,’’ tegasnya.
Pihak sekolah yang kedapatan main belakang atau menerima peserta didik tanpa prosedur jelas bakal ditindak. ”Kalau melanggar ya ada sanksi yang bakal diberikan,” jelasnya.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru sudah merilis rekap seleksi PPDB online tahun pelajaran 2019/2020, yang dihimpun dari 44 SMPN di Pekanbaru. Berdasarkan data yang dikeluarkan, terlihat bahwa sistem zonasi PPDB yang diterapkan oleh Disdik berjalan cukup baik.
Itu terbukti dari banyaknya sekolah yang membuka pendaftaran, terlihat angka yang juga berbanding lurus bahkan lebih dari daya tampung siswa di sekolah tersebut. Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru H Abdul Jamal MPd menjelaskan, pada beberapa sekolah yang terdapat kekurangan siswa, maka akan diisi setelah daftar ulang dengan mengutamakan siswa kurang mampu dan jarak yang terdekat dengan sekolah. ’’Kekurangan baru diisi setelah daftar ulang dengan mengutamakan siswa miskin dan jarak terdekat dengan sekolah,’’ ujarnya.(adv/ali)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tampil Dominan di Final, Tim Putra SMA Darma Yudha Sabet Juara HSBL 2026 Pekanbaru Series

Tim putra SMA Darma Yudha Pekanbaru keluar sebagai champion Riau Pos-Honda HSBL 2026 Pekanbaru Series…

4 jam ago

Polda Riau Sosialisasi Uji Kompetensi Satpam dan Luncurkan Layanan KTA Keliling

Ditbinmas Polda Riau menggelar sosialisasi Uji Kompetensi Satpam sekaligus meresmikan inovasi pelayanan Perpanjangan KTA Satpam…

6 jam ago

Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026

Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…

1 hari ago

SMAN 1 dan Darma Yudha Siap Bentrok di Final Putri HSBL 2026 Pekanbaru

Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…

1 hari ago

Sekda Nonaktif Kuansing Didakwa Suap Bupati Dua Mobil Mewah Demi Muluskan Jabatan

Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…

1 hari ago

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

2 hari ago