Categories: Riau

Teliti Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender, Lena Farida Raih Gelar Doktor

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Program Pascasarjana Universitas Riau (PPs Unri) melaksanakan ujian promosi terbuka mahasiswa S3 Prodi Ilmu Lingkungan atas nama Lena Farida di Gedung Serbaguna PPs Unri, Selasa (9/7).
Ujian promosi terbuka yang dipimpin Direktur PPs Unri Prof Dr Ir Thamrin MSc ini, Lena Farida mempresentasikan disertasi dengan judul Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir di Kecamatan Pasir Limau Kapas Kabupaten Rokan Hilir.
Disertasi mantan anggota Komisioner KPUD Riau ini, diuji oleh Prof Drs Sujianto MSi PhD, Prof Dr Harlen MM, Dr Sri Kartikowati MBuss, Prof Dr Zulfan Saam MS, Prof Dr Ir H Sukendi MSi, Prof Dr Syafruddun Nasution MSc dan Prof Dr Sudirman M Johan MA.
Lena memaparkan, dari hasil penelitian menemukan perempuan di wilayah pesisir Kecamatan Pasir Limau Kapas sudah berdaya dalam hal sef empowerment. Sementara government empowerment dan community empowerment masih rendah. Program pemberdayaan perempuan masih bersifat lintas sektoral dan program pemberdayaan perempuan banyak digerakkan melalui organisasi lokal. Antara lain, tim penggerak PKK, BKMT dan Persatuan Wanita Tionghoa (Purwati). Namun kegiatan peningkatan SDM perempuan masih bersifat insedentil tidak berkelanjutan.
“Pemberdayaan perempuan berdasarkan empat indikator menunjukkan akses, partisipasi dan manfaat sangat baik hanya pengawasan yang terendah. Dari ketiga aspek yakni ekologi, ekonomi dan sosial budaya, diperoleh hasil bahwa aspek ekologi yang masih rendah,” ulasnya.
Kesetaraan gender dalam pengelolaan wilayah pesisir juga belum sepenuhnya dilaksanakan. Berdasarkan ketiga indikator yakni status yang setara, hak asasi yang sama dan pengembangan potensi yang setara, secara keseluruhan berjalan dengan baik. Namun dalam mewujudkan hak asasi yang sama, masih lemahnya perempuan dalam pengambilan keputusan.  “Hal ini disebabkan perempuan belum maksimal dalam berbagai pengambilan keputusan. Disisi lain perempuan itu sendiri yang tidak berminat dalam proses pengambilan keputusan,” imbuhnya.
Lena menambahkan, pengelolaan wilayah pesisir belum sepenuhnya ber­dasarkan keperluan masyarakat terutama masyarakat perempuan. Mulai dari perencanaan sampai evaluasi dalam pengelolaan wilayah pesisir. Dari delapan indikator pengelolaan yakni perencanaan, pengambilan keputusan, pengorganisasian, kepemimpinan, pengendalian, keuangan, fisik dan informasi, hasil temuan sudah berjalan cukup baik.
Direktur PPs Unri Prof Dr Ir Thamrin MSc menekankan perlunya penelitian berkelanjutan bagi lulusan doktor Prodi S3 Lingkungan. Penelitian harus dijadikan hobi walau sudah menuntaskan perkuliahan. “Teruslah meneliti dan berkarya jangan sampai berhenti. Abdikan diri, ilmu dan pengetahuan untuk masyarakat, daerah, bangsa dan negara,” ucapnya.(mar/c)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Riau Pos-HSBL 2026 Series Dumai Dimulai, 12 Tim Pelajar Berebut Jadi yang Terbaik

Riau Pos-HSBL 2026 memasuki series Dumai pada 29 Juli-1 Agustus. Sebanyak 12 tim putra dan…

1 jam ago

Pedagang Pasar Kodim Pekanbaru Kembali Dapat Surat Peringatan, Diminta Segera Pindah

Ratusan pedagang Pasar Kodim Pekanbaru mendapat surat peringatan kedua dan diminta pindah ke Pasar Higienis…

2 jam ago

Polisi Gerebek Rumah di Jalan Durian, Pria 35 Tahun Ditangkap Bawa 5 Paket Sabu

Polisi menangkap pria 35 tahun di Sukajadi, Pekanbaru, dengan lima paket sabu seberat 24,23 gram.…

2 jam ago

Wanita Dibegal di Jalan Teropong Pekanbaru, Motor dan HP Raib

Seorang wanita diduga dibegal tiga pelaku di Jalan Teropong Pekanbaru. Korban terluka setelah jatuh ke…

6 jam ago

Antrean Biosolar Mengular di Pekanbaru, Pertamina Ungkap 3 Penyebabnya

Antrean biosolar mengular di sejumlah SPBU Pekanbaru. Pertamina mengungkap penyebabnya dan memastikan stok aman serta…

6 jam ago

Fajar/Fikri Juara China Open 2026, Kalahkan Ganda Putra Nomor Satu Dunia

Fajar/Fikri mempertahankan gelar China Open 2026 setelah mengalahkan Kim/Seo dalam tiga gim dan meraih dua…

23 jam ago