Categories: Pekanbaru

Pengerjaan IPAL “Makan” Korban

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — PROYEK Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kota Pekanbaru kembali dikeluhkan warga, selain sampai saat ini tak kunjung selesai dikerjakan, ternyata bekas galian yang sudah dibeton sangat membahayakan dan sudah memakan korban. Kondisi ini sudah menjadi perhatian dan meresahkan warga sejak beberapa bulan terakhir. Namun belum terlihat solusi konkrit untuk menuntaskan pengerjaan yang belum rampung tersebut. 

"Beberapa waktu lalu, ada warga yang terjatuh, karena terpuruk di antara bibir beton IPAL dan bibir aspal di jalan Tulip, ban sepeda motornya terpuruk," kata salah seorang warga, Wahyu, Jumat (6/12) kemarin.

Wahyu mengatakan, korban tersebut tersungkur dan mengalami luka-luka lecet di kaki dan tangan, sementara sepeda motor yang ditunggangi mengalami kerusakan.

"Tentu kita tidak ingin proyek ini memakan korban, ke depannya kita harapkan pihak pengelola betul-betul memperhatikan keselamatan pengguna jalan, seba proyek ini berada di jalan," kata Wahyu.

Pantauan di lapangan, hampir sebagian besar proyek IPAL yang berada di Kecamatan Sukajadi saat ini belum dilakukan pengaspalan, pasca digali, hanya terlihat di beberapa jalan saja yang baru di aspal.

Sebagian kecil jalan yang digali sudah terlihat diaspal, seperti di Jalan Sawai, Ketitiran dekat Kantor Lurah Kampung Melayu dan jalan Belibis, sisanya belum terlihat sama sekali di aspal.

Selain itu, di sepanjang Jalan Kaswari, terlihat pekerja masih bekerja menggali sejumlah titik lobang, sejumlah pengendera terpaksa memperlambat laju kendaraanya, karena hampir semua jalan tertutup seng-seng pagar galian.

Dilihat dari perekonomian masyarakat di daerah tersebut, para warga yang membuka usaha di sepanjang jalan pengerjaan IPAL mengeluh, sebab selama pekerjaan berlangsung omzet jualannya sangat jauh merosot.

"Jauhlah, dulu sebelum ada pekerjaan IPAL ini dagangan kami banyak didatangi pembeli, kalau sekarang jarang yang datang karena jalan dah sempit," kata Rina, salah seorang pedagang, saat ditanya terkait omzet yang Ia dapat selama ada proyek IPAL di daerah itu.

Dilain sisi, faktor keselamatan pengguna jalan juga diragukan, beberapa waktu yang lalu, satu unit truk membawa pasir terperosok di bekas galian IPAL itu di Jalan Kuao, ban belakang truk tersebut terperosok di bekas galian IPAL padahal di pijakan ban truk tersebut sudah ada betonnya.

"Bahaya ini, kalau tidak kuat bekas galian ini, besok-besok bakal ada lagi kenderaan yang terperosok, kontraktor harus betul-betul jeli dalam keselamatan warga yang melintas," kata salah seorang warga, Wawan.(*4/rio)

Laporan MUSLIM NURDIN, Kota

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

14 jam ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

14 jam ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

14 jam ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

14 jam ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

1 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

2 hari ago