BELUM DIASPAL: pengendara sepeda motor harus ekstra hati-hati melintas di jalan dekat bekas galian instalasi pembuangan air limbah (IPAL), seperti di Jalan Melati, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru, Ahad (8/12/2019). bekas galian IPAL dibiarkan membuat jalan rusak dan belum diaspal oleh pihak terkait dan membahayakan pengendara. (DEFIZAL/Riau Pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — PROYEK Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kota Pekanbaru kembali dikeluhkan warga, selain sampai saat ini tak kunjung selesai dikerjakan, ternyata bekas galian yang sudah dibeton sangat membahayakan dan sudah memakan korban. Kondisi ini sudah menjadi perhatian dan meresahkan warga sejak beberapa bulan terakhir. Namun belum terlihat solusi konkrit untuk menuntaskan pengerjaan yang belum rampung tersebut.
"Beberapa waktu lalu, ada warga yang terjatuh, karena terpuruk di antara bibir beton IPAL dan bibir aspal di jalan Tulip, ban sepeda motornya terpuruk," kata salah seorang warga, Wahyu, Jumat (6/12) kemarin.
Wahyu mengatakan, korban tersebut tersungkur dan mengalami luka-luka lecet di kaki dan tangan, sementara sepeda motor yang ditunggangi mengalami kerusakan.
"Tentu kita tidak ingin proyek ini memakan korban, ke depannya kita harapkan pihak pengelola betul-betul memperhatikan keselamatan pengguna jalan, seba proyek ini berada di jalan," kata Wahyu.
Pantauan di lapangan, hampir sebagian besar proyek IPAL yang berada di Kecamatan Sukajadi saat ini belum dilakukan pengaspalan, pasca digali, hanya terlihat di beberapa jalan saja yang baru di aspal.
Sebagian kecil jalan yang digali sudah terlihat diaspal, seperti di Jalan Sawai, Ketitiran dekat Kantor Lurah Kampung Melayu dan jalan Belibis, sisanya belum terlihat sama sekali di aspal.
Selain itu, di sepanjang Jalan Kaswari, terlihat pekerja masih bekerja menggali sejumlah titik lobang, sejumlah pengendera terpaksa memperlambat laju kendaraanya, karena hampir semua jalan tertutup seng-seng pagar galian.
Dilihat dari perekonomian masyarakat di daerah tersebut, para warga yang membuka usaha di sepanjang jalan pengerjaan IPAL mengeluh, sebab selama pekerjaan berlangsung omzet jualannya sangat jauh merosot.
"Jauhlah, dulu sebelum ada pekerjaan IPAL ini dagangan kami banyak didatangi pembeli, kalau sekarang jarang yang datang karena jalan dah sempit," kata Rina, salah seorang pedagang, saat ditanya terkait omzet yang Ia dapat selama ada proyek IPAL di daerah itu.
Dilain sisi, faktor keselamatan pengguna jalan juga diragukan, beberapa waktu yang lalu, satu unit truk membawa pasir terperosok di bekas galian IPAL itu di Jalan Kuao, ban belakang truk tersebut terperosok di bekas galian IPAL padahal di pijakan ban truk tersebut sudah ada betonnya.
"Bahaya ini, kalau tidak kuat bekas galian ini, besok-besok bakal ada lagi kenderaan yang terperosok, kontraktor harus betul-betul jeli dalam keselamatan warga yang melintas," kata salah seorang warga, Wawan.(*4/rio)
Laporan MUSLIM NURDIN, Kota
Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…
Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…
RSUD Arifin Achmad berhasil menangani kasus langka pasien tersedak paku hingga ke paru-paru tanpa operasi…
Polres Bengkalis menggerebek rumah di Bandar Laksamana yang diduga jadi penampungan PMI ilegal. Empat terduga…
Puluhan siswa SMP Global Andalan mengikuti outing class ke Riau Pos untuk belajar jurnalistik, mengenal…
Pemko Pekanbaru menyegel New Paragon KTV usai viral video pesta waria. Pemeriksaan masih berlangsung, izin…