Categories: Pekanbaru

Tertibkan Truk ODOL Masuk Jalan Kota

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sampai saat ini truk over dimension over load (ODOL) masih bebas masuk jalan dalam Kota Pekanbaru. Hal ini pun menimbulkan tanya dari DPRD Kota Pekanbaru.

"Sudah beberapa kali kita minta kepada pihak terkait, agar ditindak tegas. Kan sudah jelas jalan-jalan yang dilewati ODOL jadi keriting dan hancur semua," kata anggota DPRD Pekanbaru Robin Eduar SH MH Senin (8/11).

Dia menjabarkan, bahwa jalur-jalur lintasan ODOL seperti Jalan Riau, Jalan SM Amin, Jalan HR Soebrantas, Jalan Garuda Sakti, Jalan Air Hitam dan lainnya. "Bisa dilihat kondisinya saat ini, akibat truk ODOL jalan jadi rusak, berlubang dan keriting, dan membahayakan," paparnya.

Dampak yang paling berisiko dari kerusakan jalan yang ditimbulkan dari pembiaran ini adalah bisa menyebabkan kecelakaan bagi pengguna lainnya.

Politisi PDI-P ini juga menyayangkan banyak truk ODOL yang melintas tersebut, kebanyakan truk non-BM. "Yang paling banyak truk bawa CPO yang muatannya melebihi tonase. Mereka melintasi jalan di Pekanbaru, tapi mereka bayar pajak di daerahnya. Kita dapat dampaknya, jalan rusak. Ini harus jadi perhatian kita bersama lah," pungkas anggota Komisi IV ini.

Menurut pria yang pernah menjabat ketua asosiasi truk ini, yang paling bertanggung jawab tentang ODOL ini adalah Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Riau. BPTD Riau bisa melakukan penindakan tegas, yang bekerja sama dengan Dishub dan Polantas.

Dia juga menegaskan, penindakan tersebut juga bisa dilakukan ke pemilik mobil dan pemilik barang. Sebab pemilik juga tahu tentang adanya permainan tonase, dan paling sering mobil CPO.

"Untuk perusahaan yang mengeluarkan karoseri, mereka mengeluarkan surat registrasi uji tipe (SRUT), harus juga ditindak. Karena mereka mengeluarkan izin setiap tipenya. Jangan karoseri asal asalan. Kami lihat ada karoseri yang tidak layak. Pengujinya kan dari Kementerian BPTD Wilayah Riau," terangnya.

Dengan kondisi jalan yang banyak rusak di sejumlah ruas yang ada di Kota Pekanbaru, Robin berharap agar semua pihak terkait, terutama BPTD untuk menjalankan tugas dan kewenangannya.

"Jangan tunggu korban dulu, baru bergerak. Apalagi ini kewenangan mereka," tegasnya.

Disampaikan Robin lagi, bahwa ODOL ini beratnya di atas perkiraan 40 ton, belum lagi berat kendaraan, bisa 50-60 ton. "Jangan berlama-lama pembiaran ini, kami tunggu kerjanya," tutupnya.(yls)

Laporan AGUSTIAR, Kota

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

HUT ke-242 Pekanbaru, Wako Agung Luncurkan Logo dan Uji Coba Bus Listrik

Wako Pekanbaru Agung Nugroho meluncurkan logo HUT ke-242 Kota Pekanbaru dan melepas uji coba bus…

12 jam ago

68 Petugas Sensus Ekonomi Siak Resmi Dikukuhkan, Bupati Afni Tekankan Integritas dan Kejujuran

Bupati Siak Afni Z mengukuhkan 368 petugas Sensus Ekonomi 2026 dan menegaskan pentingnya integritas serta…

12 jam ago

Karhutla Kembali Mengganas di Rupat, Dua Helikopter Water Bombing Diterjunkan

Karhutla kembali terjadi di Pulau Rupat, Bengkalis. Petugas gabungan dan dua helikopter water bombing terus…

12 jam ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid, Saksi Sebut Dana Rp1 Miliar Dilaporkan Langsung ke Gubernur

Saksi mahkota Dani Nursalam mengaku melaporkan penerimaan dana Rp1 miliar dari Arief Setiawan kepada Abdul…

1 hari ago

Kasus Penyerangan Pekerja PT SBP, Korban Bertambah dan Pelaku Belum Ditangkap

Korban dugaan penyerangan terhadap pekerja PT SBP bertambah menjadi tiga orang yang dirujuk ke Pekanbaru,…

1 hari ago

Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi MBG, Eks Kepala BGN dan Dua Wakilnya Ditahan

Kejagung menetapkan tiga mantan pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan korupsi Program MBG dan langsung melakukan…

2 hari ago