Categories: Pekanbaru

Usulan Keperluan Pegawai Sudah Dimulai

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) tidak dibuka tahun ini. Meski begitu, kementerian/lembaga sudah mulai menginventarisasi keperluan pegawainya. Hal ini dengan mempertimbangkan dampak Covid-19 dan pegawai negeri sipil (PNS) yang pensiun.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan RB) Tjahjo Kumolo menuturkan,  bahwa proses pengajuan serta verifikasi dan validasi usulan masing-masing instansi pemerintah tengah dilakukan. Pihaknya sendiri pun sudah menginventarisasi keperluan PNS di tahun depan.

Proses ini akan mempertimbangkan keperluan untuk pembangunan nasional dan daerah, serta hasil evaluasi dampak pandemi Covid-19.

Menurutnya, pertimbangan evaluasi dampak pandemik ini penting untuk dimasukkan. Sebab, dengan pola kerja work from home (WFH) dan work from office (WFO) secara berkala ternyata tak membuat pelayanan pada masyarakat terkendala.

"Kalau masih memadai kinerjanya kan tidak perlu penambahan PNS baru. Dengan sistem IT kan tidak diperlukan pegawai yang banyak," ujarnya, kemarin (8/7).

Meski begitu, lanjut dia, yang paling tahu keperluan pegawainya tentu masing-masing instansi. Hal ini pun sudah dijalankan pada tes CPNS tahun 2019, di mana kuota hanya berdasarkan kompetensi yang diperlukan saja. Disinggung soal keperluan tenaga pendidik dan kesehatan, Mantan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tersebut tak banyak merespons. Dia hanya menegaskan bahwa hal itu jadi kewenangan menteri masing-masing.

"Guru kewenangan Mendiknas dan Kesehatan dari Menkes," ungkapnya.

Keperluan pegawai di kedua sektor tersebut dinilai mendesak dipenuhi. Karena saat ini pun jumlahnya terbatas. Terutama untuk tenaga pendidik. Belum lagi, banyak yang akan memasuki masa pensiun dalam beberapa tahun ke depan. Jika merujuk pada data Badan Kepegawaian Negara (BKN), tahun ini diperkirakan ada 87.333 PNS yang akan pensiun. Jumlah tersebut terdiri dari guru 38.611 orang, dosen 1.009 orang, tenaga medis 1.537 orang, tenaga teknis 5.530 orang, tenaga administrasi 26.911 orang, dan pegawai struktural 13.735 orang. Lalu, bagaimana jika tak ada rekrutmen CPNS tahun ini?

Menghadapi kondisi ini, Kepala BKN Bima Haria Wibisana mengatakan, bahwa pemaksimalan teknologi informasi (TI) untuk layanan publik menjadi salah satu antisipasi pemerintah. Menurutnya, sistem kerja dari rumah selama tiga bulan lalu telah memaksa instansi melakukan berbagai inovasi radikal dalam sistem pelayanan publiknya. Dengan inovasi tersebut, kualitas pelayanan publik diyakini terjaga meski petugas lebih sedikit.

"Maka jumlah orang tidak lagi berpengaruh besar terhadap kualitas pelayanan public," ungkapnya.(mia/jpg)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Berdiri di Tanah Pemko, Satpol PP Pekanbaru Bongkar Warung dan Pagar Beton di Rumbai

Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…

11 jam ago

Penggerebekan Narkoba di Rohil Berujung Pembakaran Gudang, Warga Sudah Lama Resah

Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…

11 jam ago

Daftar Calon Rektor Unri, Mexsasai Indra Usung Visi Kampus Berdaya Saing Global

Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…

22 jam ago

Penampilan Dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat Meriahkan HSBL

Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…

1 hari ago

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

1 hari ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

1 hari ago