Categories: Pekanbaru

Sebelum 21 November UMP Riau Diteken

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau saat ini masih melakukan pembahasan terkait Upah Minimum Provinsi (UMP) Riau tahun 2022. Pihak Disnakertrans menargetkan UMP Riau tahun 2022 sudah ditetapkan sebelum 21 November mendatang.

Kepala Disnakertrans Provinsi Riau, H Jonli mengatakan, sesuai aturan penerbitan UMP Riau 2022 paling lambat 21 November 2021. Karena itu saat ini pihaknya masih terus menggesa pembahasan.

"Sesuai aturan dari pemerintah pusat, UMP paling lambat diterbikan 21 November, karena itu kami targetkan sebelum tanggal itu UMP Riau sudah diteken oleh pak gubernur," kata Jonli.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk penetapan UMP pihaknya tetap mengacu kepada aturan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI. Dimana ada beberapa indikator untuk penetapan UMP tersebut.

"Indikator penetapan UMP tetap disesuikan dengan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), dan indikator-indikator lainnya," ujarnya.

Disamping itu, lanjut Jonli, sebelum UMP ditetapkan, pihaknya terlebih akan mendengarkan pengarahan dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Pembangunan Daerah (Bangda), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI. 

"Besok (hari ini, red) tanggal 8 November kami diundang rapat virtual dengan Ditjen Bangda Kemendagri membahas terkait UMP. Karena kondisi perekonomian tidak sama antar daerah," sebutnya. 

Jonli juga menjelaskan, jika UMP Riau 2022 sudah ditetapkan, maka itu akan menjadi acuan untuk Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). 

"Kalau UMK itu acuannya UMP. Sedangkan penetapan UMK sendiri paling lambat 30 November, makanya kita targetkan sebelum 21 November UMP sudah terbit. Untuk pemberlakuannya terhitung mulai 1 Januari tahun 2022," jelasnya.

Semenatara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat upah buruh di Riau pada Agustus 2021 sebesar Rp2,63 juta per bulan. 

"Rata-rata upah buruh di Riau pada Agustus 2021 jika dibandingkan dengan Agustus 2020 turun sebesar 2,44 persen menjadi Rp2,63 juta per bulan," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Misfaruddin.

Sedangkan, upah buruh di Indonesia pada Agustus 2021 dibandingkan Agustus 2020 turun sebesar 0,72 persen menjadi Rp2,74 juta per bulan. Adapun lima kategori lapangan pekerjaan yang upah buruhnya meningkat yaitu real estate, pengadaan air, informasi dan komunikasi, pertanian, kehutanan, perikanan, dan industri pengolahan.(sol)

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Hujan Deras Guyur Pasirpengaraian, Upacara HUT ke-27 Kabupaten Rohul Sempat Tertunda

Pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) di Halaman Kantor…

23 jam ago

Pemkab Kepulauan Meranti Lelang Aset Daerah Senilai Rp1,91 Miliar

Pemkab Kepulauan Meranti melalui BPKAD kembali melelang barang milik daerah (BMD) senilai Rp1,91 miliar secara…

23 jam ago

LAM Riau Gelar Tepuk Tepung Tawar Sambut Kedatangan Kapolda Riau Irjen Arman Achdiat

Kapolda Riau Irjen Pol Arman Achdiat resmi tiba di Pekanbaru dan disambut dengan jajar hormat,…

2 hari ago

Momentum HUT ke-27 Kuansing, Tokoh Masyarakat Marwan Yohanis Minta Putus Mata Rantai Persoalan Hukum

Mantan Ketua DPRD Kuansing Marwan Yohanis memberikan catatan kritis pada momentum HUT ke-27 Kabupaten Kuansing…

2 hari ago

Nurul Angely Juara Pertama Bintang Radio Kabupaten Kuansing 2026

Nurul Angely dari Kecamatan Kuantan Mudik berhasil keluar sebagai juara pertama ajang Bintang Radio Kabupaten…

3 hari ago

Penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru Berjalan Normal di Tengah Kabut Asap

Aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SSK II Pekanbaru berjalan aman dan normal meski Kota Pekanbaru…

4 hari ago