tarif-nontunai-kurang-sosialisasi
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Terhitung mulai 1 Oktober lalu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru menerapkan pungutan tarif atau retribusi parkir nontunai di sejumlah badan jalan Kota Bertuah. Namun, pengendara mengeluhkan kurangnya sosialisasi kebijakan baru ini.
Pantauan Riau Pos, Kamis (7/10) di Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di depan Pasar Buah, tampak sejumlah pengendara mobil mulai menggunakan layanan pembayaran nontunai kepada juru parkir di kawasan tersebut.
Seorang pengendara mobil Maryati mengaku dirinya mendukung adanya layanan pembayaran parkir nontunai tersebut. Apalagi menurutnya masyarakat Kota Pekanbaru telah terbiasa menggunakan layanan sejenis di kawasan bandara maupun pusat perbelanjaan.
Namun, dirinya menyayangkan masih kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh dinas terkait agar masyarakat yang masih belum terbiasa dengan layanan tersebut dapat menikmati layanan pembayaran parkir nontunai.
"Saya sih senang-senang saja. Karena kita semua juga kalau ke bandara atau ke mal sekarang sudah menggunakan layanan ini. Tapi mungkin lebih disosialisasikan lagi lah biar layanan ini bisa digunakan oleh semua pengendara," katanya.
Sementara itu, Kepala Dishub Pekanbaru Yuliarso mengatakan, penerapan parkir berbayar ini dilakukan bertahap agar juru parkir (jukir) dan pengendara terbiasa dengan pembayaran parkir nontunai.
"Kami sudah mulai menerapkan pungutan parkir dengan sistem QRIS sesuai kesepakatan dengan pihak ketiga. Kami mulai menerapkan mulai dari ujung Jalan Jenderal Sudirman," kata dia.
Di mana, satu per satu juru parkir dibekali dengan alat bayar nontunai atau yang disebut dengan Electronic Data Capture (EDC). Ternyata, menurut Yuliarso ada juga juru parkir yang gagap teknologi (gaptek) karena tingkat pendidikan.
"Aplikasi QRIS ini sudah bisa dipakai. Tetapi, masyarakat masih belum mengenal bayar parkir nontunai," aku Yuliarso.
Makanya, pembayaran parkir nontunai ini dilakukan secara bertahap hingga 500 titik parkir. Jadi, penerapan pungutan parkir nontunai ini tak bisa serentak hingga para jukir terbiasa menggunakan alat bayar.
"Jika sudah fasih menggunakan, maka para jukir akan ditempat di lokasi yang potensial,"tuturnya.(ayi)
Polsek Bukit Raya menangkap terduga pelaku pencurian 25 unit iPhone di Marpoyan Damai dengan kerugian…
Empat lagu daerah Rokan Hulu resmi mendapat sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal dari Kemenkum RI.
Harga Minyakita di Kepulauan Meranti masih sesuai HET meski stok terbatas dan belum memenuhi kebutuhan…
Bupati Kuansing bertemu Sekdaprov Riau membahas persiapan MTQ ke-44 tingkat Provinsi Riau yang digelar Juni…
Kajati Riau melantik sejumlah pejabat struktural, termasuk Fredy Feronico Simanjuntak sebagai Kajari Rokan Hulu.
Bapanas mempertanyakan distribusi Minyakita di Riau setelah menemukan harga minyak goreng tersebut tembus Rp20 ribu…