Categories: Pekanbaru

Siap Jalankan Aspirasi Lembaga Adat dan Masyarakat Riau

(RIAUPOS.CO) — Sabtu (6/7) pagi, menjadi hari yang bersejarah bagi masyarakat Provinsi Riau. Pada hari itu, dua pucuk pimpinan di Provinsi Riau yakni Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi dan Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Brigjen TNI (Purn) Edy Natar Nasution diamanahkan untuk menerima gelar adat oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR).

Gelar adat yang diberikan kepada Gubri Syamsuar yakni Datuk Seri Setia Amanah Masyarakat Riau dan bagi Wagubri, gelar yang diberikan yakni Datuk Seri Timbalan Setia Amanah Masyarakat Riau. Prosesi penabalan gelar adat yang dilakukan di Balai Adat Melayu Riau tersebut, juga disaksikan oleh para Datuk-Datuk yang ada di Riau.

Usai prosesi penabalan, Gubri Syamsuar menyampaikan rasa syukur kepada Allah atas gelar yang ia dan Wagubri dapatkan tersebut. Kepada pihak pengurus LAMR, ia juga tak lupa menyampaikan rasa terima kasih.

“Kami ucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya atas amanah yang diberikan ini. Selanjutnya, dengan amanah ini kami berdua akan memperhatikan aspirasi baik dari lembaga adat maupun juga aspirasi dari masyarakat Riau,” katanya.

Menurut Syamsuar, bagaimana pun, dengan amanah yang diberikan tersebut mereka berdua merasa bertanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Riau. Sekaligus juga akan memperhatikan nasihat-nasihat dari lembaga adat dan masyarakat Riau.

“Kami sadar juga saat ini sudah banyak tugas besar yang menanti kami. Untuk itu, kami juga minta doa dan dukungan dari masyarakat Riau agar bisa menyelesaikan tugas tersebut dan senantiasa diberikan kesehatan serta petunjuk,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri Syahril Abubakar mengatakan, LAMR memang terbilang cukup cepat dalam memberikan gelar adat bagi Gubri dan Wagubri yang baru menjabat mulai Februari 2019 yang lalu. Hal itu dilakukan karena LAMR tidak meragukan lagi kemelayuan kedua pimpinan ini.

“Kalau ada yang mempertanyakan mengapa pemberian gelar adat ini terlalu cepat, alasannya karena kedua pemimpin ini sudah tidak diragukan lagi Kemelayuannya. Kedua para pemimpin ini tidak perlu diuji selama satu dua tahun berjalan. Sudah terbukti peduli Melayu selama memimpin sebelumnya,” kata Syahril.(adv)

Narasi: SOLEH SAPUTRA

Foto: humas pemprov riau

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Ketua DPRD Kuansing Diperiksa KPK Selama 12 Jam, Kuasa Hukum Beberkan Materi Pemeriksaan

Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…

1 hari ago

Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Uraikan Dugaan Aliran Uang Rp2,4 Miliar

Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…

1 hari ago

Bupati Meranti Ingatkan Pilkades 2026 Jangan Sampai Picu Perpecahan

Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…

1 hari ago

Nelayan Korban Serangan Buaya di Rokan Hilir Meninggal Setelah Dirawat Intensif

Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…

1 hari ago

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

2 hari ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

2 hari ago