Categories: Pekanbaru

Bukan Program yang Gagal, tapi Migrasi yang Banyak

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Gubernur Riau (Gubri) Drs H Syamsuar MSi mendukung program BKKBN yang akan membuat grand design. Hal ini bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia di Riau lebih baik lagi. Hal ini dikatakan Gubri saat menerima kunjungan kerja Kepala BKKBN RI  dr Hasto Wardoyo SpOG (K) di Kantor Gubernur, Rabu (6/11).

Hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Perwakilan BKKBN Riau Drs Agus Putro Proklamasi, Kepala Disdukcapil Riau Andra Syafri dan Forkopimda lainnya.

Dalam audensi tersebut, Gubri juga menyampaikan  meningkatnya jumlah penduduk di Riau disebabkan karena  banyak sawit. Hal ini membuat banyak migrasi yang mencari kerja di Riau. ‘’Jadi bukan program keluarga berencana (KB) yang tidak berhasil, namun karena migrasi yang banyak masuk,’’ kata Gubri.

Ditambahkan Gubri, yang menjadi persoalan yakni kategori ekonomi menengah ke bawah. Mereka tidak terdaftar, tapi minta rumah sakit untuk melayani dengan maksimal.

Sementara itu, Kepala BKKBN RI Hasto Wardoyo mengatakan, kunjungannya tersebut merupakan kunjungan silaturahmi sekaligus ingin membantu Pemprov dalam menindaklanjuti masalah stunting.

"Kami ingin melakukan kerja sama lintas sektoral untuk menjalankan kegiatan di lapangan. Supaya BKKBN tidak kerja sendiri dan harus bekerja sama dengan mitra lain yang strategis,"kata Hasto.

Kemudian Hasto memaparkan program KB mengendalikan jarak kehamilan. Pendeknya jarak kehamilan menimbulkan sejumlah resiko. Maka jarak kehamilan pun harus diatur dengan baik. Caranya dengan menggunakan alat kontrasepsi.

"Ada risiko seperti kelahiran prematur, berat badan bayi lahir rendah hingga kematian ibu," jelasnya

Sebelum melakukan pertemuan dengan Gubri, Hasto juga memberi wejangan kepada ASN BKKBN dan melakukan kuliah umum di Universitas Riau.

Ia menegaskan, pegawai di jajaran BKKBN harus mulai berbenah mulai dari diri sendiri. Mereka harus bisa saling bekerjasama dengan rekan-rekannya. Jangan sampai yang membesar-besarkan diri.

"Hilangkan juga sifat menceritakan keburukan rekannya. Semua harus dihilangkan untuk menuju reformasi birokrasi,"tegasnya.

Hasto memaparkan program KB mengendalikan jarak kehamilan. Pendeknya jarak kehamilan menimbulkan sejumlah resiko. Maka jarak kehamilan pun harus diatur dengan baik. Caranya dengan menggunakan alat kontrasepsi.

"Ada risiko seperti kelahiran prematur, berat badan bayi lahir rendah hingga kematian ibu,"jelasnya.(eca)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Pemko Pekanbaru Pastikan Program Berobat Gratis UHC Tetap Berlanjut

Pemko Pekanbaru memastikan program berobat gratis UHC terus berlanjut dengan anggaran Rp111 miliar setelah tunggakan…

1 hari ago

Defisit APBN Bisa Nol, Menkeu Ingatkan Dampak ke Ekonomi

Menkeu Purbaya menyebut APBN bisa tanpa defisit, namun berisiko besar bagi ekonomi. Defisit 2025 dijaga…

1 hari ago

DPRD Pekanbaru Minta Satgas Tertibkan Kabel FO Meski Perda Belum Rampung

DPRD Pekanbaru mendukung Satgas Penertiban Kabel FO tetap bekerja meski perda belum disahkan demi keselamatan…

1 hari ago

ASN Terlibat Narkoba, Sekda Inhu Tegaskan Sanksi Tanpa Toleransi

Sekda Inhu menegaskan tidak ada toleransi bagi ASN yang terlibat narkoba dan mendukung penuh proses…

1 hari ago

Rekor Unggul, Jojo Siap Tempur Hadapi Kodai di Perempat Final Malaysia Open 2026

Jonatan Christie menjadi satu-satunya wakil Indonesia di perempat final Malaysia Open 2026 dan siap menghadapi…

1 hari ago

Kabar Baik, Gaji ASN dan PPPK Meranti Mulai Dibayar

Pemkab Kepulauan Meranti mulai mencairkan gaji ASN dan PPPK Januari 2026 serta tunda bayar 2024…

1 hari ago