fk-unri-gelar-edukasi-sopk-remaja-dan-pemeriksaan-ultrasonografi
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Riau (Unri) menggelar kegiatan edukasi Sindrom Ovarium Polikistik (SOPK) pada Remaja dan Pemeriksaan Ultrasonografi pada 1 dan 4 Oktober 2021. Kegiatan ini berisi seminar online yang dilanjutkan dengan pemeriksaan langsung ultrasonografi bagi sekitar 163 siswi SMK Perpajakan Riau yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Annisa Pekanbaru.
Ketua Tim Pelaksana kegiatan dr Nicko Pisceski Kusika Saputra SpOG menyebutkan, kegiatan ini merupakan salah satu perwujudan dari tri dharma perguruan tinggi. Proses penyelesaian kegiatan ini banyak mengalami kendala, namun berkat bantuan dan kerja sama berbagai pihak kegiatan ini akhirnya dapat terlaksana dengan baik.
"Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui profil karakteristik individu dan karakteristik rotterdam pada gambaran SOPK pada sindroma metabolik di dan juga untuk mengetahui profil homa IR pada gambaran SOPK pada sindroma metabolik. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mengetahui profil AMH pada gambaran SOPK pada sindroma metabolik di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau," jelas dr Nicko.
Menyesuaikan dengan kondisi Pandemi Covid-19, kegiatan ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan untuk seminar digelar secara online. Kegiatan pemeriksaan ultrasonografi yang dilakukan di RS Annisa, juga dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Untuk seminar, selain dr Nicko, panitia juga menghadirkan narasumber seminar dr Ledy Yorinda Putri, dr Dika Putra Yuda dan dr Shinta Pujatilusari.
Lewat seminar ini FK Unri berusaha meningkat pengetahuan responden tentang SOPK sebagai salah satu faktor penting kesehatan reproduksi yang dapat dinilai dari penilaian tingkat pengetahuan melalui evaluasi pre dan post penyuluhan. Dalam jangka panjang diharapkan menurunnya insidensi SOPK khususnya pada wanita usia subur di Pekanbaru serta menurunnya penyakit metabolik.
"Tujuan jangka panjang dari kegiatan ini adalah untuk memberikan kontribusi dalam menurunkan angka keguguran, menurunkan resiko kecacatan dan kematian bayi sebagai salah satu indikator Sustainable Development Goals (SDG’s), serta menurunkan angka infertilitas pada pasangan usia subur dan menekan penyakit perdarahan uterus abnormal pada masa yang akan datang" kata dr Nicko.
Untuk pemeriksaan ultrasonografi lewat fasilitas USG milik RS Annisa langsung ditangani oleh dr Nicko sendiri. Adapun rekomendasi dari kegiatan ini adalah, perlunya dilakukan edukasi tentang SOPK secara periodik mulai dari usia remaja atau usia produktif. Selain itu juga perlu dilakukan pemeriksaan ultrasonografi gratis khususnya wanita reproduktif.
Kegiatan ini sendiri berjalan lancar dan sukses. Panitia berterima kasih kepada semua pihak yang telah ikut serta atas suksesnya pelaksanaan kegiatan. Termasuk kepada RS Annisa Pekanbaru, juga kepada Dekan FK Unri Prof Dr dr Dedi Afandi DFM SpFM (K), Ketua LPPM Unri Prof Dr Almasdi Syahza SE MP. Ucapan terima kasih juga diaturkan kepada Ketua Perhimpunan Dokter Obstetri dan Ginekologi Riau Dr dr Donel SpOG (K).(ifr/end)
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…
Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…