Categories: Pekanbaru

Bersihkan Pekanbaru dari Gepeng

PEKANBARU, (RIAUPOS.CO) – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru terus mengupayakan agar Kota Pekanbaru bersih dari gelandangan pengemis (gepeng), pengamen maupun orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang berkeliaran di jalan dan perempatan di berbagai tempat di Kota Pekanbaru.

Kepala Bidang (Kabid) Sosial Dinsos Kota Pekanbaru, Bustami mengatakan, salah satu upaya yang akan dilakukan Dinsos Pekanbaru adalah akan melakukan pembinaan kepada gepeng. Dengan melibatkan aparat dan tokoh agama. Seperti ustaz atau pendeta.

"Nantinya, gepeng yang ditangkap atau terjaring oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) akan diserahkan kepada Dinsos, agar dilakukan pembinaan. Sementara,   bagi ODGJ yang berkeliaran, akan ditangkap. Selanjutnya diserahkan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ),"ujar Bustami kepada Riau Pos, Rabu (6/1). Dijelaskannya, di tahun 2021 ini,  pihaknya akan melakukan pembinaan kepada gepeng dengan melibatkan aparat dan tokoh agama.

"Misalnya, untuk kedisiplinan,  nanti akan dibina oleh aparat. Untuk pembinaan keagamaannya,  akan dilakukan oleh ustaz dan pendeta," ungkapnya.

Selanjutnya, setelah dilakukan pembinaan, maka akan dikembalikan ke tempat asalnya masing-masing. "Kalau mereka berasal dari luar daerah, maka akan kita kembalikan ke daerah asalnya," terangnya.

Selain itu, untuk menekan aksi gepeng maupun di jalanan, Dinsos Kota Pekanbaru juga mengimbau kepada masyarakat agar tidak memberikan uang.

"Masyarakat jangan memberikan uang atau barang apa pun di jalanan kepada gepeng. Jika hal tersebut dilakukan, malah akan membuat keberadaan gepeng semakin banyak," ungkapnya.

Dinsos menyarankan, jika memang  ingin bersedekah, memberikan bantuan, berbagi rezeki, masyarakat diharapkan bisa memberikan ke lembaga terkait yang memang resmi dan sudah mendapat kejelasan ataupun legalitas.

Menurut Bustami, selain mengganggu ketertiban, adanya aksi gepeng maupun pengemis di jalanan,  sebenarnya membahayakan diri sendiri maupun orang lain yang mengunakan jalan.

Pasalnya, saat mereka melakukan aksi mengemis, bisa saja terjadi insiden kecelakaan yang itu malah merugikan banyak pihak.  

"Untuk upaya mengurangi gepeng, Dinsos Kota Pekanbaru juga melakukan razia berkerja sama dengan Satpol PP," pungkasnya. (azr)

Laporan : Dofi Iskandar (Pekanbaru)

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Basarnas Gunakan Alat Pendeteksi, Balita Tenggelam di Kuansing Belum Ditemukan

Balita 4,5 tahun diduga hanyut di Sungai Kuantan belum ditemukan. Basarnas turunkan alat pendeteksi, pencarian…

21 jam ago

Tak Mau Sampah Menumpuk, Wali Kota Pekanbaru Terapkan Komposter

ASN Pekanbaru diwajibkan punya komposter di rumah. Kebijakan ini jadi langkah awal Pemko mengurangi sampah…

21 jam ago

Banyak Tak Berizin, Kabel Fiber Optik di Pekanbaru Siap Ditata Ulang

Kabel semrawut di Pekanbaru jadi sorotan. Banyak provider belum berizin, Pemko siapkan aturan tegas demi…

21 jam ago

Siak Lakukan Efisiensi Besar, Tapi PPPK Tetap Dipertahankan

Bupati Siak pastikan PPPK tidak dirumahkan meski anggaran tertekan. Pemkab fokus efisiensi dan dorong ekonomi…

22 jam ago

Pacu Sampan Kampar 2026 Meriah, 25 Tim Ramaikan Sungai Kampar

Pacu sampan Kampar 2026 diikuti 25 tim. Selain melestarikan budaya, ajang ini juga menjadi daya…

22 jam ago

Belasan Pasien Terlantar di RSUD Bengkalis, Jadwal JKN Tak Sinkron

Belasan pasien gagal berobat di RSUD Bengkalis karena poli tutup saat libur nasional, meski aplikasi…

2 hari ago