llmb-riau-kepri-akan-gelar-musyawarah-besar-luar-biasa
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Untuk mengisi kekosongan jabatan yang ditinggalkan oleh almarhum Datuk Panglima Besar Letjen Purn TNI H Syarwan Hamid yang wafat beberapa waktu lalu, dalam waktu dekat Dewan Pengurus Pusat (DPP) Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Riau-Kepri akan menggelar musyawarah besar luar biasa (mubeslub).
"Jadi harus dilakukan mubeslub untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut, sesuai dengan mekanisme organisasi yang ada di LLMB Riau-Kepri," kata Datuk Panglima Besar DPP Lembaga Laskar Melayu Bersatu, Ismail Amir SH MH, Kamis (5/8).
Disampaikannya, bahwa sebelum direncanakannya mubeslub ini, sejumlah pengurus DPP sudah mengusulkan untuk dilakukan deklarasi saja, namun hal itu ditolaknya.
"Karena hirarki organisasi mengharuskan kita untuk menggelar mubes, saya tak mau memimpin organisasi ini dengan sistem tangan besi," kata Ismail.
Jika tak ada perubahan, rencananya, mubeslub ini akan digelar di Pekanbaru bertepatan dengan HUT RI ke-76.
"Itu hari bersejarah, kita ingin ambil momentumnya agar semangat kemerdekaan itu bisa menempel dalam diri kita agar melayu ini bangkit di Riau, Melayu itu besar," tegasnya.
Sejumlah agenda nanti akan dibahas dalam mubeslub tersebut, di antaranya membahas perubahan AD/ART, program kerja, dan kegiatan-kegiatan organisasi lainnya.
Diakuinya, kalau saat ini fokusnya membenahi organisasi LLMB Riau-Kepri ini, apalagi saat ini sudah terbentuk 11 pengurus DPD, hanya tinggal Kabupaten Indragiri Hilir yang belum.
Tapi, saat ini ada 3 DPD khusus yang sudah terbentuk yaitu DPD Tuah Sakti (Rumbai Barat, Minas dan Kandis) lalu ada DPD Kamparkiri dan DPD Pulau Rupat.
"Kita ingin LLMB ini nanti jadi organisasi besar, jadi organisasi nasional, tidak hanya di Riau saja karena sesungguhnya Melayu ini besar," harapnya.
Bahkan diakuinya sejumlah daerah di luar Riau-Kepri sudah menghubunginya untuk turun ke daerah tersebut. Ismail menegaskan kalau anggota LLMB di Riau-Kepri saat ini sekitar 40 ribu orang
"Dari Deli minta saya turun, namun saya bilang saya mau benahi Riau dan Kepri dulu, kita jadikan sebagai contoh, kalau sudah terbentuk semuanya, mereka bisa lihat langsung ke sini, atau tinggal lihat website kita," pungkasnya.(anf)
Mantan Dirut PT SPRH Rahman divonis 11 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI 10…
Kebakaran menghanguskan lima kios di Jalan Belimbing, Pekanbaru. Damkar mengerahkan tujuh armada dan berhasil mencegah…
Kericuhan di DPRD Riau usai rapat Banggar memicu bentrokan dua kubu. Polisi menyelidiki insiden, sementara…
Polres Siak menyebut belum ditemukan tanda kekerasan secara kasat mata pada dokter PPDS yang meninggal.…
Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…
APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…