Pengendara melintasi genangan air di Jalan Paus, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Senin (5/2/2024). Genangan ini terjadi akibat curah hujan yang tinggi serta tidak adanya saluran pembuangan air di sekitar jalan. (EVAN GUNANZAR/RIAU POS )
RUMBAI (RIAUPOS.CO) – Hujan deras yang mengguyur Kota Pekanbaru sejak Senin (5/2) dini hari menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang.
Setelah selama dua bulan lebih ruas Jalan Jenderal Sudirman ujung, Kecamatan Rumbai mengalami genangan setinggi pinggang orang dewasa, kini ruas Jalan Paus Rumbai juga mengalami hal serupa.
Pantauan Riau Pos, di lokasi tampak sebagai ruas jalan alternatif menuju Jalan Yos Soedarso Kecamatan Rumbai itu tergenang banjir dengan ketinggian yang beragam hingga mencapai betis orang dewasa.
Hal ini menyebabkan sejumlah pengendara motor dan mobil yang melintas terpaksa harus menerobos genangan air banjir yang baru pertama kali terjadi.
Bahkan sebagian pengendara motor dan mobil yang enggan menerobos genangan banjir, memaksa melawan arus dengan ikut menggunakan jalur sebelahnya yang terbebas dari genangan banjir lantaran adanya pembatas jalan.
Salah seorang pengendara motor Abdullah mengatakan, banjir yang terjadi di Jalan Paus Rumbai ini baru pertama kali dalam sejarah terjadi setelah pembangunan tembok pembatas yang memisahkan dua jalur Jalan Paus Rumbai dilakukan.
Apalagi, tidak adanya drainase kecil yang menghubungkan antara kedua jalur tersebut yang menyebabkan genangan air banjir terus meningkat seiring dengan kondisi cuaca Kota Pekanbaru yang kerap diguyur hujan dengan intensitas tinggi.
”Baru kali ini lihat Jalan Paus Rumbai ini tergenang, biasanya jalan ini aman dan bebas banjir, semenjak ada pembatas jalan itu jadi banjir parah,” ucapnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh pengendara mobil Dirga yang terpaksa harus menerobos genangan air banjir di Jalan Paus Rumbai tersebut.
Ia pun awalnya merasa terkejut dengan genangan banjir yang menyapanya setelah keluar dari Jalan Yos Soedarso menuju Jalan Paus Rumbai, ia kira, genangan air hanya setinggi mata kaki orang dewasa namun setelah ia melintas sepanjang 50 meter, ketinggian air semakin dalam sehingga ia tetap memposisikan kendaraannya berada dekat dengan median jalan agar kendaraan nya tidak kemasukan air.
Ia pun berharap, pemerintah kota bisa segera melakukan penanganan terhadap kawasan banjir di kota Pekanbaru yang menyebabkan ruas jalan masyarakat terganggu. Pasalnya sudah dua ruas jalan protokol di Kecamatan Rumbai yang tergenang air banjir sehingga memutus akses lalu-lintas masyarakat.
”Kalau jalan ke rumbai semuanya putus mau tidak mau kami harus melewati jalan yang rusak lah, atau jalan yang banyak kendaraan besar seperti di Jalan Siak II. Semoga saja pemerintah bisa bergerak bukan hanya sekadar tagline saja,” tuturnya.(yls)
Laporan PRAPTI DWI LESTARI, Rumbai
Pemkab Rohul mencatat realisasi APBD 2025 sebesar Rp1,9 triliun atau 92,87 persen dan kembali meraih…
Mahasiswa FK Unri mengubah lahan kosong di Teluk Makmur, Dumai, menjadi kebun TOGA produktif untuk…
Disdik Riau mengumumkan 70.616 peserta lulus SPMB 2026. Bagi yang belum diterima, tersedia 2.179 kursi…
Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 km pada 2026, disertai pembangunan drainase…
Buron 3 tahun kasus 15 kg sabu di Bengkalis berinisial A (48) akhirnya ditangkap Polres…
DPRD Kampar melantik Idris sebagai anggota PAW Fraksi PAN untuk sisa masa jabatan 2024–2029 dalam…