Wali Kota Pekanbaru H Agung Nugroho didampingi Ketua TP PKK Pekanbaru Sulastri Agung mencoba alat pemeriksa tekanan darah yang digunakan dalam Cek Kesehatan Gratis di SMA Negeri 2 Pekanbaru, Senin (4/8/2025). DoKpim SetdaKo PeKanbaRu
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Wali Kota Pekanbaru, H. Agung Nugroho SE MM, menunjukkan komitmennya terhadap kesehatan generasi muda dengan meninjau langsung pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di sejumlah sekolah pada Senin (4/8). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemko Pekanbaru untuk mempercepat pembangunan kesehatan melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah SMAN 2 Pekanbaru, di mana kedatangan Wako disambut antusias oleh ratusan siswa. Didampingi Wakil Wali Kota, Markarius Anwar, Agung ikut hadir dalam apel pagi sebelum meninjau langsung proses pemeriksaan kesehatan di lingkungan sekolah.
“Anak-anak Pekanbaru harus sehat, semangat, dan punya cita-cita besar. Jangan hanya ingin jadi wali kota, tapi bisa juga bermimpi jadi presiden,” kata Agung memotivasi para siswa.
CKG merupakan bagian dari Surat Edaran Gubernur Riau yang dilaksanakan sejak Juli hingga awal Agustus 2025. Pemeriksaan dilakukan oleh tenaga medis dari puskesmas dan mencakup berbagai indikator kesehatan, seperti tekanan darah, gula darah, HB, mata, telinga, serta pemberian vitamin.
Selain SMAN 2, Wako juga mengunjungi SMP Muhammadiyah 1 dan SDN 145 Pekanbaru. Di SMP Muhammadiyah 1, sebanyak 373 siswa mengikuti pemeriksaan secara menyeluruh dalam satu hari. Pemeriksaan disesuaikan dengan usia dan jenjang pendidikan siswa untuk memastikan hasil yang akurat dan tepat sasaran.
Program ini menyasar tiga kelompok utama: anak usia dini (0–6 tahun), anak usia sekolah (7–17 tahun), serta individu umum yang sedang berulang tahun. Pemeriksaan juga mencakup deteksi dini penyakit dan ditindaklanjuti jika ditemukan gejala yang memerlukan perhatian medis lanjutan.
“CKG tidak hanya sekadar skrining, tetapi juga disertai dengan tindak lanjut jika ditemukan masalah kesehatan. Target kami 1.000 siswa diperiksa dalam tiga hari,” ujar Agung.
Jenis pemeriksaan berbeda sesuai jenjang sekolah. Untuk siswa SD, fokus pada status gizi, tekanan darah, mata, gigi, TB, hingga imunisasi. Di jenjang SMP ditambah dengan anemia, talasemia, dan imunisasi HPV untuk siswi kelas 9. Sedangkan siswa SMA mendapatkan pemeriksaan lebih komprehensif termasuk anemia remaja putri dan kesehatan reproduksi.
Pelaksanaan program ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo dalam menciptakan sumber daya manusia unggul. “Kami ingin membentuk generasi yang sehat, kuat, dan siap bersaing. Ini bentuk nyata perhatian Pemko terhadap masa depan anak-anak Pekanbaru,” tutup Agung.
Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…
Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.
Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.
Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…
Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…
SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.