Categories: Pekanbaru

Peringatan Milad Emas LAM Riau Dilakukan Secara Virtual

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Memperingati milad ke-50 (Milad Emas), Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) akan menggelar beragam kegiatan, diantaranya doa virtual setengah abad, seminar virtual mulok, pencanangan gerakan jaga kampung dan dialog virtual.

Kegiatan tersebut dibahas dalam rapat yang dihadiri Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Datuk Seri H. Al azhar, Sekretaris Umum DPH  Datuk M. Nasir Penyalai, dan sejumlah panitia Milad Emas LAMR.

Ketua panitia pelaksana milad emas LAMR, Datuk Taufik Ikram Jamil mengatakan, kegiatan pada Milad Emas organisasi yang didirikan pada 6 Juni 1970 kali ini akan berbeda dengan kegiatan Di tahun-tahun sebelumnya, karena di tahun 2020 ini dilaksanakan secara virtual.

"Mengingat wabah pandemi Virus Corona (Covid-19), maka dilakukan secara virtual," kata Datuk Taufik.

Adapun jadwal kegiatan tersebut yaitu, doa virtual setengah abad, yang diadakan Sabtu 6 Juni 2020, pukul 10.00 WIB. Dengan mengundang Setia Amanah dan Timbalan Setia Amanah, Forkompinda, pengurus LAMR Riau kabupaten/kota dan penggiat budaya.

Kemudian, seminar virtual mulok bertema Pendidikan Melayu di Tengah Keluarga, yang diadakan pada Senin 8 Juni 2020, pukul 09.00 – 12.00 WIB. Dengan menghadirkan pembicara dari Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid, Ketum MKA LAMR Datuk Seri H. Al azhar, Rektor Unilak Datuk Dr. Junaidi, M.Hum.

Selanjutnya pencanangan gerakan jaga kampung, yang diadakan pada Selasa 9 Juni 2020, pukul 10.00 – 12.00 WIB. Dengan menghadirkan pembicara pimpinan LAMR Riau dan kabupaten/kota. Jaga kampung meliputi adat, kesehatan, sosial, ketertiban, ekonomi/pangan

Dan yang terakhir yaitu dialog virtual bertema Kedaulatan Adat Pascapandemi, yang diadakan pada Rabu 10 Juni 2020. Dengan pembicara yaitu Sekretaris Bappeda Riau Purnama Irwansyah, Ketua Walhi Riau Riko Kurniawan, serta pengurus LAMR Datuk Mardiansyah.

Ragam kegiatan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang budaya serta menjaga kedaulatan masyarakat dan wilayah adatnya. Makanya LAMR juga berkaca pada kasus Bongku, masyarakat adat Sakai Perbatinan Beringin yang dikriminalisasi oleh korporasi.

"Kasus Bongku di Mandau, Bengkalis, merupakan contoh bagaimana kedaulatan adat belum berada pada posisi yang sesungguhnya," kata Datuk Taufik yang juga Sekretaris Umum MKA LAMR itu.

Datuk Taufik berharap pengurus LAMR dapat mengikuti kegiatan yang bisa diakses melalui aplikasi zoom ini. "Id dan pasword-nya yang baru akan mulai besok, Jumat," kata Datuk Taufik. (*1/rls)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Berdiri di Tanah Pemko, Satpol PP Pekanbaru Bongkar Warung dan Pagar Beton di Rumbai

Pemko Pekanbaru membongkar bangunan liar di aset pemerintah kawasan Jalan Sudirman Ujung, Rumbai, menggunakan alat…

15 jam ago

Penggerebekan Narkoba di Rohil Berujung Pembakaran Gudang, Warga Sudah Lama Resah

Polda Riau mengungkap dugaan peredaran sabu di Rantau Kopar, Rohil. Seorang pria diamankan, lokasi penggerebekan…

15 jam ago

Daftar Calon Rektor Unri, Mexsasai Indra Usung Visi Kampus Berdaya Saing Global

Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…

1 hari ago

Penampilan Dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat Meriahkan HSBL

Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…

1 hari ago

Sopir Truk Pembawa Ratusan Karung Bawang Ilegal Diciduk di Teluk Meranti

Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.

2 hari ago

Miris, 3.011 Anak di Bengkalis Putus Sekolah, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama

Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…

2 hari ago