Categories: Pekanbaru

Mendesak, Pelebaran Simpang Panam

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pelebaran persimpangan Jalan HR Soebrantas, Jalan Kubang Raya dan Jalan Garuda Sakti dinilai sudah sangat mendesak. Area lalu lintas sangat sibuk itu sering disebut masyarakat sebagai Simpang Panam, tidak hanya persoalan kemacetan, tapi juga sudah menjurus pada ancaman keselamatan jiwa bagi para pengendara.

Karena persimpangan yang mempertemukan Lintas Timur dan Lintas Tengah dengan Lintas Barat itu dilewati ribuan kendaraan tiap harinya. Termasuk kendaraan berat yang membahayakan pesepeda motor. Kondisi ini juga mendapat perhatian khusus dari pengamat yang juga praktisi tata kota Dr Ir Muhammad Ikhsan MSc.

Dosen pascasarjana Universitas Riau (Unri) itu menyebutkan, Simpang Panam merupakan pertemuan jalan lingkar dengan jalan raya yang berada di kawasan padat penduduk di eks Kecamatan Tampan tersebut. Dengan kondisi macet dan semrawut, bila tidak cepat diatasi, maka akan makin banyak korban jiwa di sana. Kejadian kecelakaan maut terbaru terjadi pada Rabu (30/3) pekan lalu di mana seorang pengendara sepeda motor tewas tergilas truk yang berbelok arah di persimpangan jalan yang kacau tersebut.

"Urgen!. Pelebaran Jalan Lingkar Kubang Raya – Jalan Garuda Sakti. Korban terus berjatuhan. Jalan yang ramai, simpang yang semrawut dan truk besar di jalan yang sempit menyebabkan korban terus berjatuhan. Penyebab utamanya adalah jalan lingkar Kubang – Garuda Sakti yang sempit, hanya dua lajur, padahal untuk volume lalu lintas sepadat sekarang, harus dibuat empat lajur," kata Dr Ikhsan.

Kondisi saat ini menurut Dr Ikhsan membuat truk-truk berat dari Lintas Timur maupun Lintas Tengah, kesulitan untuk lewat, bahkan sulit untuk menyebrangi Jalan HR Sobrantas. Hal ini juga yang menurut Dr Ikhsan memaksa truk-truk besar itu masuk ke tengah kota.

"Akibat persimpangan sempit itu, truk-truk masuk Jalan Soekarno-Hatta, Jalan HR Soebrantas dan Jalan SM Amin. Mereka bersaing dengan kendaraan pribadi dan angkutan umum lainnya. Inilah yang menyebabkan sangat rawan kecelakaan. Karena itu perlu segera dilebarkan jalan Kubang Raya – Garuda Sakti, menjadi empat lajur," kata Dr Ikhsan.

Memang, untuk pelebaran dua jalan tersebut perlu usaha  lebih dari Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Karena harus membebaskan lahan di Jalan Garuda Sakti di beberapa bagian. Tapi menurut Dr Ikhsan itu harus dilakukan. Hanya sedikit saja lahan yang harus dibebaskan utk pelebaran jalan tersebut.

Pada tahun lalu muncul wacana pembangunan fly over di persimpangan tersebut. Namun menurut Dr Ikhsan, untuk solusi persimpangan tersebut dirinya menyarankan pelebaran jalan lingkar saja. Jalan Kubang Raya dan Jalan GarudaSakti yang perlu diperlebar, bukan membangun fly over.

"Bukan fly over yang diperlukan. Untuk 16 km tambahan pelebaran jalan, prediksi saya hanya perlu sekitar Rp70-90 miliar saja. Jauh lebih murah daripada membangun fly over yang bisa mencapai Rp150 miliar. Lakukan sekarang sebelum tambah parah. Satu nyawa lebih berharga daripada dana pembangunan ratusan miliar. Apalagi kalau kita bisa menyelamatkan banyak nyawa," tutup Dr Ikhsan.(end)

 

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Pemko Pekanbaru Targetkan Perbaiki Jalan Rusak Lebih dari 42 Kilometer

Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan jalan rusak lebih dari 42 kilometer tahun ini, menyasar pusat kota…

5 jam ago

Konsisten Sejak 2019, DBC Kembali Kirim 15 Peserta Meriahkan Riau Pos Fun Bike 2026

Duri Bike Community memastikan ikut Riau Pos Fun Bike 2026 dengan menurunkan 15 peserta dan…

5 jam ago

Butuh Pegawai Tangguh, BPR Indra Arta Perpanjang Pendaftaran Rekrutmen

BPR Indra Arta Indragiri Hulu memperpanjang pendaftaran rekrutmen pegawai baru hingga 26 Januari untuk menjaring…

5 jam ago

Jalan Berlubang di Pangkalankerinci Dikeluhkan, Pemkab Pelalawan Diminta Bertindak

Warga dan DPRD Pelalawan mendesak pemkab segera menambal jalan berlubang di Pangkalankerinci karena dinilai rawan…

5 jam ago

Bupati Siak Turun Tangan Atasi Kendala Gaji ASN

Pencairan gaji ASN di Kabupaten Siak terkendala administrasi dampak SOTK baru. Bupati Afni memastikan proses…

6 jam ago

Sampah Masih Menumpuk di Pekanbaru, Warga Diminta Ikut Mengawasi

Tumpukan sampah masih ditemukan di Pekanbaru, terutama di Jalan Soekarno Hatta. DLHK mengajak masyarakat ikut…

6 jam ago