Categories: Pekanbaru

18 Hari, 13 Tersangka dan 19 Kg Sabu Diamankan

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Genderang perang terhadap pe­­re­daran gelap narkotika terus digelorakan Kepolisian Daerah (Polda) Riau. Hal ini dibuktikan dengan masifnya penangkapan tersangka dan barang bukti yang diamankan Korps Bhayangkara.

Bahkan dalam bulan Februari saja, Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau berhasil menangkap 13 tersangka narkoba jaringan internasional dengan barang bukti sebanyak 19 kilogram (kg) sabu-sabu.

Hal ini terungkap dalam ekspose yang digelar Ditresnarkoba Polda Riau, Senin (4/3). Dirnarkoba Polda Riau Kombes Pol Manang Soebeti mengatakan, operasi penyergapan yang digelar pihaknya di rentang waktu 18 hari atau tepatnya pada 12-29 Februari lalu.

Para tersangka yang berhasil diamankan dalam operasi tersebut adalah A (36), M (32) L (29), MK (23), DA (34), TA (34), LB (29), MA (31), HA (45), PR (27), IS (29), RMR (23), dan AS (29). Sementara itu, satu tersangka lainnya dengan inisial DR masih dalam pencarian orang (DPO).

Menurut Kombes Manang, dari para tersangka berhasil disita barang bukti sebanyak 19,1 kg sabu, 21.161 butir ekstasi, serta 30 butir pil happy five. Mereka ditangkap di 10 lokasi berbeda, dengan satu tersangka merupakan warga binaan lapas narkotika di Langkat, Sumatera Utara.

“Mereka ditangkap di 10 lokasi berbeda dengan total 13 tersangka, satu DPO (daftar pencarian orang), dan satu lagi dalam pengembangan karena merupakan warga binaan Lapas Narkotika di Langkat, Sumatera Utara,” kata Kombes Manang.

Diterangkan dia, komplotan pengedar narkoba ini terafiliasi dengan jaringan internasional. Barang-barang haram tersebut diduga berasal dari Malaysia dan masuk ke Perairan Dumai sebelum diedarkan hingga Sumatera Utara.

Dari serangkaian penyelidikan yang dilakukan, polisi berhasil mengungkapkan, pengendali seluruh barang haram tersebut adalah terpidana di Lapas Narkotika di Langkat, Sumatera Utara. “Kita masih mendalami keterlibatannya karena yang bersangkutanlah yang mengendalikan operasi ini,” sebutnya.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2 juncto Pasal 112 Ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun. Selain itu, pelaku juga didenda minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp10 miliar. Operasi ini diharapkan dapat membongkar jaringan yang lebih besar lagi serta mengungkap pengendali di lapas narkotika yang terkait.(nda)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Siap Rebut Trofi Kemenangan, SMA Kalam Kudus Pekanbaru Sambut Roadshow Honda DBL 2026

Tim roadshow Honda DBL with Kopi Good Day 2026 Riau hadir menyapa para pelajar SMA…

3 jam ago

Jembatan Sarang Elang Kecil di Batang Peranap Roboh, Dinas PUPRPKP Inhu Cari Solusi Penanganan

Dinas PUPRPKP Kabupaten Indragiri Hulu mencari solusi anggaran senilai Rp500 juta usai Jembatan Sarang Elang…

3 jam ago

Pameran Budaya Internasional 2026 UIN Suska Riau Suguhkan Roti Canai Hingga Teh Tarik Khas Malaysia

Konsulat Malaysia di Pekanbaru menggelar Pameran Kebudayaan Internasional 2026 di UIN Suska Riau dengan menyuguhkan…

3 jam ago

Pelebaran Jalan HR Soebrantas Ditargetkan Selesai Desember 2026, Sisi Depan Unri Jadi 16 Meter

Pemprov Riau melalui Dinas PUPR-PKPP mulai melebarkan Jalan HR Soebrantas dan Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru…

3 jam ago

Batal Diusulkan di Desa Wonosari, Dinsos Bengkalis Cari Lokasi Alternatif Pembangunan Sekolah Rakyat

Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala setelah lahan usulan di Desa Wonosari ditolak Kemensos…

24 jam ago

Modus Investasi Pengangkutan Batu Bara, Pria Berinisial S Ditangkap Polresta Pekanbaru

Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka penipuan investasi proyek pengangkutan batu bara…

1 hari ago