Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Pekanbaru Alex Sander (tengah) turun langsung memberikan penjelasan kepada masyarakat pengunjung CFD Pekanbaru tentang produk kosmetik yang berbahaya dan aman digunakan, Ahad (4/2/2024). (prapti Dwi Lestari/riau pos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru memberikan edukasi tentang produk makanan dan minuman serta kosmetik yang aman digunakan oleh masyarakat di Kota Pekanbaru.
Melalui kegiatan fun walk di area Car Free Day (CFD) Jalan Jenderal Sudirman, Ahad (4/4) dengan tema ”Kolaborasi hingga Pelosok Negeri untuk Melindungi Masyarakat”. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 BPOM RI.
Menurut Kepala BBPOM di Pekanbaru Alex Sander, kegiatan edukasi dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Tujuannya untuk mengedukasi masyarakat mengenai tugas pokok dan fungsi BBPOM. Selain itu, pihaknya juga mengedukasi serta mengajak masyarakat untuk cerdas dalam memilih obat dan makanan dengan selalu melakukan CEKLIK dengan membawakan langsung produk makanan, minuman, kosmetik serta obat tradisional yang dapat dilakukan pemeriksaan terhadap kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa.
”Kami membawa langsung produk yang ditarik dari peredaran karena tidak memenuhi persyaratan dan ada yang mengandung bahan berbahaya, serta tidak memiliki izin edar yang kami perlihatkan langsung kepada masyarakat di kawasan CFD ini sehingga masyarakat mampu membedakan mana produk asli dan palsu,” katanya.
Pihaknya juga menurunkan satu unit mobil laboratorium keliling yang melakukan uji Sempel terhadap produk makanan dan minuman yang dijual disekitar lokasi CFD guna memastikan produk makanan di kawasan tersebut aman dikonsumsi oleh masyarakat.
Pihaknya juga meminta kepada masyarakat agar selalu waspada terhadap produk makanan, minuman dan juga kosmetik yang berbahaya dengan melakukan pengecekkan secara detail dan juga dapat menggunakan layanan aplikasi online untuk konsumen yang dimiliki oleh BBPOM Pekanbaru bernama SIOKE.
”Ketika hasil uji sempel ini keluar dan dinyatakan ada bahan berbahaya yang ada didalam produk makanan yang dijual oleh para pedagang di area CFD maka kami akan melakukan edukasi kepada pedagang tersebut agar tidak lagi menggunakan bahan yang berbahan untuk produk makanan dan minuman yang mereka jual,” katanya.(ayi)
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…
Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…