Categories: Pekanbaru

Minta Kejelasan Pemerintah Pusat soal Kuota Rumah Subsidi

 

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Bisnis properti di Kota Pekanbaru masih dinilai bisa tumbuh pesat, khususnya untuk rumah tipe 36 bersubsidi yang dikhususkan untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ginda Burnama ST.

"Luar biasa pesat perkembangannya, dan ini juga tentu dalam rangka mendukung program pemerintah membangun satu juta rumah untuk MBR," kata Ginda.

Hanya saja, kata Ginda yang juga pengusaha properti ini, ada kendala saat ini yang terjadi dan perlu ada perhatian dari pemerintah daerah dan juga pusat. Yakni yakni soal tumpang tindih tanah, dan masalah habisnya kuota untuk rumah subsidi sebelum waktunya.

Hal ini diketahui politisi Gerindra ini saat menghadiri Rakerda DPD REI akhir bulan lalu. Dan yang menjadi perhatian itu adalah soal kuota. Ini menjadi masalah dalam dalam jual beli rumah atau akad yang tertunda.

"Makanya kita berharap soal kuota ini harus jelas dari pusatnya, dan jangan membuat pengembang ragu dan layu. Kalau memang harus ditambah ya harus dijelaskan juga, karena memang sampai saat ini rumah subsidi sangat dibutuhkan masyarakat MBR," tegasnya.

Apalagi, kata Ginda, potensi untuk pengembang perumahan dengan MBR hampir ada di setiap kecamatan di Kota Pekanbaru. Developer dari berbagai organisasi membangun perumahan dengan tipe 36.

"Dengan kondisi banyaknya pengembang membagun rumah tipe 36 ini, berarti perumahan untuk MBR ini diterima oleh masyarakat, dan ditunggu-tunggu pastinya. Tinggal prosesnya saja harus sama-sama disupport," ujar Ginda lagi.

Untuk area Pekanbaru, disampaikan Ginda, saat ini setiap pengembang sekali membangun perumahan dengan tipe 36 itu di atas lahan seluas 2 hektare. Tentunya berharap semua hal yang dapat mensupport, baik dari mulai membangun sampai menjualnya bisa didukung penuh oleh pemerintah.

"Kami berharap pemerintah pusat kembali memberikan jatah kuota untuk rumah subsidi di Provinsi Riau secara keseluruhan untuk dapat ditambah. Jika sebelumnya disampaikan Oktober sudah bisa akad, hendaknya ada follow-up supaya bisnis ini kembali bergairah," katanya lagi.

Karena memang, disampaikan Ginda, selain program ini membantu pemerintah terhadap kepemilikan rumah bagi MBR juga membantu masyarakat mendapatkan rumah dengan mudah dari dukungan pemerintah.

"Karena persoalan terbatasnya kuota rumah subsidi saat ini, di saya pun ada puluhan rumah yang tak bisa akad. Sampai saat ini masih menunggu kebijakan dari pusat," tutupnya.

Laporan: Agustiar

Share
Published by

Recent Posts

Hilal Syawal Belum Terlihat Rabu Malam, Pemerintah Arab Saudi Tetapkan Idulfitri Jumat 20 Maret

Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026

25 menit ago

Viral! Penjambret di Pekanbaru Rampas Uang Santunan Anak Yatim

Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…

1 hari ago

Jelang Lebaran, Jalan Teluk Leok Mulai Diperbaiki, Warga Bisa Segera Melintas

Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…

1 hari ago

Jelang Idulfitri, 2.401 Guru di Pekanbaru Dapat Insentif Ramadan

Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…

1 hari ago

Antrean Panjang, Pembelian Dibatasi: Warga Bengkalis Keluhkan BBM

SPBU di Bantan, Bengkalis batasi pembelian BBM subsidi maksimal Rp200 ribu. Kebijakan ini menuai keluhan…

1 hari ago

38 Calon Komisioner KI Riau Lanjut Tes, Simak Jadwal dan Lokasinya!

Sebanyak 38 peserta lolos seleksi administrasi calon anggota KI Riau 2026–2029 dan berhak mengikuti tes…

1 hari ago