Categories: Pekanbaru

Upayakan KIT Jadi Proyek Strategis Nasional 2020

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Kawasan Industri Tenayan (KIT) adalah merupakan proyek yang digagas oleh Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus MT berharap kawasan ini segera terwujud dan menjadi proyek strategis nasional 2020.

"Oleh pemko saat ini kawasan KIT ini kembali digagas. Dari 1993, ternyata sudah ada perdanya dengan luas kawasan 3,760 hektare. Namun perdanya tidak berjalan, hanya dalam konsep tertulis," kata Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM kepada Riaupos.co, Kamis (3/10).

Hal ini disampaikan Nofrizal setelah menggelar rapat tindaklanjut Kawasan Industri Tenayan bersama Direktur Pengembangan Wilayah Industri Kementerian Perindustrian Dr Ignatius Warsito di Direktorat Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII ) Kementerian Perindustrian RI, Jakarta, Kamis (3/10/2019). Pemko dipimpin Wali Kota Pekanbaru Dr H Firdaus MT dan Ketua DPRD Kota Pekanbaru Hamdani MS SIP, bersama OPD terkait dan juga PT SPP. Rapat ini juga oleh Wakil Ketua DPRD Riau Ginda Burnama ST, Tengku Azwendi Fajri SE, dan Ir Nofrizal MM, serta anggota dewan lainnya dan Plt Sekwan Zulfahmi Adrian AP MSi.

Nofrizal menyampaikan, zaman kepemimpinan Firdaus-Ayat mulai dijalankan kembali dengan langsung dibuat master plan-nya. Saat ini di Riau ada dua proyek strategis nasional, yakni Kawasan Indistri Tanjung Buton dan Kawasan Industri Dumai. "Kita berharap juga kawasan industri tenayan ini juga bisa menjadi proyek nasional," ungkap Nofrizal.

Ia mengatakan, jika dijadikan sebagai proyek strategis nasional insentif yang bakal turun ke daerah itu tentu cukup besar. "Tentunya dalam rangka menarik para investor-investor untuk berinvestasi di KIT," jelasnya.

Untuk mewujudkan hal ini, lanjutnya, berdasarkan hasil rapat tersebut ada beberapa regulasi yang harus diselesaikan oleh Pemko Pekanbaru. Termasuk soal pengelolaan kawasan yang diserahkan kepada PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP).

"KIT ini dikelola oleh PT SPP, dan ini kaitannya dengan telah disahkannya Perda Penyertaan Modal oleh DPRD periode sebelumnya," ujar Nofrizal.

Rregulasi serta dokumen yang disiapkan itu, diharapkannya harus mendapatkan legitimasi antara Pemko dan DPRD Kota Pekanbaru. Maka di sini lah baru bisa terlihat apapun konsep pembangunan itu harus terintegrasi dan bersinergi. "Tentunya antara pemko dengan DPRD Pekanbar sebagai perwakilan dari masyarakat kota Pekanbaru," tegas Nofrizal.

Karena disampaikan Nofrizal, membentuk kawasan itu adalah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, selain pengembangan kawasan kota. "Ya, dengan banyaknya perusahaan yang masuk, tentu ada efek domino yang dirasakan terhadap peluang investasi dan juga peluang tenaga kerja lokal," ungkapnya.

Laporan: Agustiar (Pekanbaru)
Editor: Erizal

Share
Published by

Recent Posts

Tiga Bulan Belajar di Dunia Media, Mahasiswa Unri Rampungkan Program Magang Berdampak di Riau Pos

Mahasiswa Unri sukses menyelesaikan program Magang Berdampak selama tiga bulan di Riau Pos dengan bekal…

17 jam ago

Tangis dan Bangga Warnai Pelepasan 250 Siswa SMPN 25 Pekanbaru

Pelepasan 250 pelajar kelas IX SMPN 25 Pekanbaru berlangsung khidmat, meriah, dan penuh suasana haru.

17 jam ago

Sewa Lima Hari, Mobil Malah Digelapkan, Pasutri Berakhir Ditangkap

Pasutri di Tapung ditangkap polisi setelah diduga menggelapkan mobil rental yang tak dikembalikan kepada pemiliknya.

17 jam ago

Pantai Solop Diawasi Ketat Saat Iduladha, Maksiat dan Narkoba Jadi Perhatian

Pengawasan di Pantai Solop diperketat selama libur Iduladha untuk mencegah maksiat, miras, narkoba dan perilaku…

18 jam ago

Korupsi Bibit Kopi Liberika di Meranti, Kerugian Negara Rp663 Juta Berhasil Dipulihkan

Kejari Kepulauan Meranti berhasil memulihkan kerugian negara Rp663 juta dari kasus korupsi pengadaan bibit kopi…

18 jam ago

Kursi Kadis PUPR Riau Berganti, SF Hariyanto Tunjuk Zulfahmi Jadi Plt

SF Hariyanto menunjuk Zulfahmi sebagai Plt Kadis PUPR-PKPP Riau untuk penyegaran dan percepatan pembangunan infrastruktur.

18 jam ago