Categories: Pekanbaru

Minta Perusahaan Berdayakan Naker Lokal

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau melalui Komisi V yang membidangi ketenagakerjaan melakukan kunjungan kerja ke Kota Dumai, Selasa (31/5). Adapun kedatangan dewan yang dipimpin langsung Wakil Ketua DPRD Riau Syafaruddin Poti dan Ketua Komisi V Robin Hutagalung tersebut guna membahas persoalan rekrutmen tenaga kerja di salah satu perusahaan besar di Dumai.

Anggota Komisi V DPRD Riau Marwan Yohanis yang turut hadir saat itu, menyebut pihaknya sengaja datang ke Kota Dumai guna meminta komitmen perusahaan agar transparan dalam rekrutmen tenaga kerja. Terutama dalam memberdayakan tenaga kerja lokal. Menurut dia, penyerapan tenaga kerja lokal sebetulnya telah diatur ke dalam beberapa aturan. Baik UU dan peraturan daerah.

"Ya tentunya harus ada komitmen antara perusahaan dengan penyerapan tenaga lokal. Kami minta transparansinya. Jangan sampai jumlah tenaga kerja lokal tidak terserap, namun lebih banyak digunakan tenaga kerja luar Riau," ucap Marwan kepada wartawan, Kamis (2/5).

Sementara itu, anggota Komisi V lainnya, Sofyan Siraj mengatakan, transparansi dalam rekrutmen tenaga kerja yang dimaksud adalah yang diamanatkan ke dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Dumai No.10/2014.

"Kita meminta perusahaan selektif dalam menerima karyawan dengan skala prioritas warga lokal. Lebih jauh saringannya sampai ke nomor induk kependudukan (NIK). Dari NIK kita bisa tahu orang tersebut betul warga Dumai atau pendatang, karena nomor serinya sudah jelas. Jika perlu dalam melamar kerja lampirkan akta kelahiran," ujar Sofyan.

Selanjutnya, tranparansi yang dipertanyakan Komisi V adalah terkait posisi tenaga kerja asing (TKA). Pihaknya ingin memastikan TKA yang bekerja sudah sesuai dengan regulasi serta ketentuan yang ada. "Kami hendak memastikan para TKA yang bekerja di Dumai memakai regulasi lokal, bukan melalui pusat. Karena hal ini berkaitan dengan PAD yang didapatkan daerah dari TKA," pungkasnya.(nda)

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

9 jam ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

10 jam ago

Sempat Disembunyikan, Toyota Land Cruiser Bupati Kuansing Akhirnya Tiba di Rupbasan KPK

Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…

10 jam ago

Kasus Dugaan Pimpinan Ponpes dan Santri di Kuansing Berakhir Damai, Polisi Tetap Lakukan Pendalaman

Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…

10 jam ago

Diduga Sopir Microsleep, Bus Tabrak Truk di Tol Pekanbaru-Dumai, 2 Tewas

Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…

2 hari ago

KM Gading 2 Tenggelam di Perairan Tanjung Buton, 3 Tewas dan 1 Masih Hilang

Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…

2 hari ago