Pedagang menyusun bawang merah yang dijualnya di Pasar Agus Salim, Pekanbaru, Jumat (26/4/2024) lalu. Bawang merah alami kenaikan harga dan jadi pemicu inflasi di Riau pada bulan April. (MHD AKHWAN/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – BADAN Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat pada bulan April, terjadi inflasi sebesar 3,99 persen year on year (YoY). Dikatakan oleh Kepala BPS Provinsi Riau Asep Riyadi, inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Kampar sebesar 6,07 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,32 dan terendah terjadi di Kota Pekanbaru sebesar 2,96 persen dengan IHK sebesar 106,28.
‘’Inflasi YoY ini terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sepuluh indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau,’’ paparnya dalam acara pres rilis di Kantor BPS Riau, Kamis (2/5).
Kenaikan harga juga ditunjukkan pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,09 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 3,93 persen.
Sementara itu, kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,27 persen, kelompok transportasi sebesar 2,32 persen, kelompok pendidikan sebesar 1,75 persen, kelompok kesehatan sebesar 1,05 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,75 persen dan kelompok lainnya.
Sedangkan tingkat inflasi month to month (MtM) dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Provinsi Riau bulan April 2024 masing-masing sebesar 0,05 persen dan 1,48 persen.
Adapun komoditas yang dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi YoY pada April 2024, antara lain beras, bawang merah, cabai merah, emas perhiasan, Sigaret Kretek Mesin (SKM), telur ayam ras, nasi dengan lauk, bawang putih, kentang, mobil, ayam hidup, cabai rawit, Sigaret Putih Mesin (SPM), ketupat atau lontong sayur, Sigaret Kretek Tangan (SKT), gula pasir, pisang, angkutan udara, terong, dan ikan lele.
Untuk komoditas yang memberikan sumbangan deflasi YoY, antara lain daging ayam ras, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, jengkol, bahan bakar rumah tangga, tahu mentah, udang basah, petai, pir, sabun mandi cair, ikan asin teri, air kemasan, jeruk, celana panjang jeans pria, cumi-cumi, cat tembok, bensin, telepon seluler, ikan baung, bayam, dan pengharum cucian atau pelembut.
‘’Sementara komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi MtM pada April 2024, antara lain bawang merah, emas perhiasan, angkutan udara, ayam hidup, minyak goreng, Sigaret Kretek Mesin (SKM), angkutan antar kota, ikan serai, kentang, udang basah, tarif jalan tol, baju muslim wanita, beras dan bawang putih.
Kemudian mobil, tarif kendaraan travel, sate, baju anak stelan, ikan tongkol atau ikan ambu-ambu, dan tarif dokter umum,’’ jelasnya.(esi)
Laporan SITI AZURA, Pekanbaru
KPJ Healthcare Malaysia dan BRK Syariah menggelar health talk di Pekanbaru untuk mengedukasi masyarakat mengenai…
BKPSDM Kabupaten Rokan Hilir menyerahkan SK Pelaksana Tugas (Plt) untuk mengisi kekosongan posisi pimpinan di…
Satu korban hilang akibat galodo Solok ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026). Total korban jiwa…
Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…
Ditreskrimsus Polda Riau menetapkan anggota DPRD Kampar berinisial F (Fahmil) sebagai tersangka kasus dugaan penguasaan…
Seorang pemuda asal Dairi berusia 21 tahun ditemukan meninggal tergantung di Ruko Apotek Rama Farma,…