Categories: Pekanbaru

Santunan Kematian Tetap Dianggarkan Rp1 M

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sukses dengan progam santunan kematian pada 2023, Pemko Pekanbaru kembali meneruskan program ini tahun 2024. Anggaran yang disiapkan tetap sama, yakni Rp1 miliar.

Kepala Dinas Sosial (Dissos) Kota Pekanbaru Dr H Idrus MAg mengatakan, program santunan kematian dari Pemko Pekanbaru di bawah kepemimpinan Penjabat Wali Kota (Pj Wako) Pekanbaru Muflihun SSTP MAP ini mendapatkan dukungan dari seluruh pihak termasuk para camat dan lurah.

Untuk itu, ia minta ketua RT/RW, lurah maupun camat agar dapat menyosialisasikan program santunan kematian bagi keluarga tidak mampu yang ada di daerah masing-masing. Ini agar anggaran santunan kematian dapat tepat sasaran dimanfaatkan masyarakat yang berhak menerimanya.

”Kami berharap kepada RT/RW, lurah dan camat untuk dapat menyosialisasikan kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kota Pekanbaru bahwa ada program prioritas Pj Wali Kota Pekanbaru Muflihun, yakni santunan kematian,” kata Idrus, Selasa (2/1).

Dijelaskan Idrus lagi, santunan kematian adalah bantuan sosial dalam bentuk uang yang diberikan kepada ahli waris untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. ”Pada tahun 2024 ini, program prioritas santunan kematian itu tetap dianggarkan Rp1 miliar di BTT. Ini berdasarkan instruksi bapak Pj Wali Kota Muflihun SSTP MAP agar bisa membantu saudara kita atau keluarganya yang ditinggalkan,” ucapnya.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinas Sosial Kota Pekanbaru, hingga akhir 2023, Dinas Sosial sudah menyalurkan santunan kematian kepada 712 ahli waris dari keluarga tidak mampu. Dengan total anggaran yang sudah disalurkan sebesar Rp712.000.00.

Santunan kematian yang diberikan sebesar Rp1 juta untuk masing-masing keluarga ahli waris yang disalurkan di 15 kecamatan.

”Kami berharap seluruh pihak baik tingkat kecamatan dan kelurahan ataupun RT serta RW bisa ikut mensosialisasikan program ini, atau bahkan berkoordinasi dengan tim Dinas Sosial Pekanbaru jika ada warganya yang kurang mampu meninggal dunia,” katanya.(yls)

Laporan PRAPTI DWI LESTARI, PEKANBARU

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Kapolda Riau Tinjau TKP Gajah Sumatera Dibunuh, Tegaskan Negara Tak Boleh Kalah

Kapolda Riau meninjau TKP dugaan pembunuhan gajah sumatera di Pelalawan dan memastikan penyelidikan dilakukan serius…

16 jam ago

Tradisi Mandi Balimau 2026, Muara Lembu Disiapkan Jadi Lokasi Utama

Pemkab Kuansing merencanakan tradisi mandi balimau jelang Ramadan dipusatkan di Kelurahan Muara Lembu, namun masih…

16 jam ago

Meriah! Festival Perang Air Selatpanjang Digelar 17–22 Februari, Resmi Masuk KEN 2026

Festival Perang Air Meranti kembali digelar 17–22 Februari 2026. Tradisi budaya ini resmi masuk Karisma…

2 hari ago

Pria 46 Tahun di Inhu Diamankan Polisi, Diduga Cabuli Anak Tiri yang Masih Balita

Polisi Inhu mengamankan pria 46 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak tiri berusia…

2 hari ago

Pustu Tak Layak, Warga Desa Patah Parang Terpaksa Melahirkan di Kantor Desa

Bangunan Pustu rusak parah membuat warga Desa Patah Parang terpaksa melahirkan di kantor desa. Perbaikan…

2 hari ago

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

3 hari ago