pj-wako-janji-tinjau-berkala
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Penyelesaian masalah banjir adalah pekerjaan rumah yang harus jadi prioritas Penjabat (Pj) Wali Kota (Wako) Pekanbaru Muflihun. Dia berjanji secara berkala akan terus melakukan peninjauan lapangan untuk memantau penanganan terhadap permasalahan banjir yang ada.
Sejak dilantik oleh Gubernur Riau (Gubri) Syamsuar, Senin (23/5) lalu, Muflihun dalam posisi sebagai Pj Wako Pekanbaru memang diminta menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di Pekanbaru. Di antaranya, banjir, sampah dan jalan rusak.
Untuk banjir, saat ini organisasi perangkat daerah (OPD) terkait tengah melakukan pemetaan langkah penanganan dalam menuntaskan masalah banjir.
Ditegaskan Muflihun, dirinya akan turun secara berkala guna memastikan masalah banjir ini diatasi organisasi perangkat daerah terkait. Karena masalah banjir sudah berlarut-larut terjadi di ibu kota Provinsi Riau ini.
"Kami memberi atensi khusus bagi beberapa organisasi perangkat daerah, terutama masalah banjir dan sampah. Makanya, saya turun ke lapangan kemarin," kata Pj Wako Pekanbaru, Rabu (1/6).
Menurut dia, banjir merupakan salah satu pekerjaan rumah (PR) yang harus ia tuntaskan. Apalagi Gubri Syamsuar telah meminta kepada Pj Wali Kota Pekanbaru agar bisa menyelesaikan persoalan yang ada selama ini.
Maka, dikatakan Muflihun peninjauan lapangan ini dilakukan secara berkala. Tinjauan lapangan akan kembali dilakukan di Sungai Sibam pada 2 Juni.
Ini untuk mencari penyebab dan solusi untuk mengatasi banjir sesegera mungkin. Salah satu upaya yang tengah dilakukan saat ini adalah normalisasi.
"Kita pelajari penyebab banjirnya. Secara bertahap progres ini akan terus dilanjutkan. Kita tinjau beberapa tempat," terangnya.
Sebelumnya, Muflihun didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Indra Pomi Nasution meninjau proses normalisasi Sungai Sail dari Jembatan Sungai Sail. Area sungai tersebut dilakukan normalisasi dengan alat berat.
Sejumlah pekerja dari Dinas PUPR juga membersihkan aliran Sungai Sail. Wilayah Sungai BatakSail rawan banjir.
"Normalisasi Sungai Sail itu terakhir pada tahun 1990, artinya sudah 30 tahun tidak di normalisasi. Sedimen sudah tinggi, maka dilakukan normalisasi lagi," singkatnya.(yls)
Laporan M ALI NURMAN, Pekanbaru
Rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Bengkalis terkendala setelah lahan usulan di Desa Wonosari ditolak Kemensos…
Satreskrim Polresta Pekanbaru menetapkan pria berinisial S sebagai tersangka penipuan investasi proyek pengangkutan batu bara…
Prof Dr Afrizal Nur dikukuhkan sebagai Guru Besar Tafsir Kontemporer UIN Suska Riau usai menyampaikan…
Kondisi kabut asap karhutla di Pekanbaru kian memburuk hingga menurunkan jarak pandang menjadi 800 meter…
Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Pekanbaru memperberat hukuman Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid menjadi 4 tahun…
Seorang tahanan kasus narkotika berinisial RI melarikan diri dari Lapas Kelas IIB Pasirpengaraian, Rohul, usai…