Categories: Pekanbaru

13 Penilik Sekolah Mengadu ke DPRD Pekanbaru

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 13 orang Penilik Sekolah Pekanbaru, yang tergabung ke dalam Ikatan Penilik Indonesia (IPI) Kota Pekanbaru mendatangi DPRD Kota Pekanbaru, melaporkan nasib mereka yang selama ini diakui kurang mendapat perhatian dari Disdik Pekanbaru.

Kedatangan para penilik ini langsung disambut Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Pekanbaru Aidil Amri di ruang fraksi Demokrat.

Kepada wartawan salah satu perwakilan penilik, Khairunnisa (penasehat IPI) mengatakan, selain mengadukan nasib mereka, juga mengadukan soal kekurangan tenaga penilik yang idealnya untuk Pekanbaru itu memiliki 45 orang, sementara saat ini tersisa 14 orang penilik.

"Kami sudah melaporkan ke Dinas dalam bentuk surat, tapi belum direspon. Sudah masuk surat 3 bulan. Kami belum pernah tatap muka dengan Kadisdik Pekanbaru sekarang, Ismardi Ilyas," kata Khairunnisa kepada wartawan usai mengadu ke DPRD, Selasa (31/8).

Sedikit memberi penjelasan, Khairunnisa menyebutkan, bahwa penilik adalah tenaga kependidikan, dengan tugas utama melakukan kegiatan pengendalian mutu dan evaluasi dampak program pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan kesetaraan dan keaksaraan, serta kursus pada jalur Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI), sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang diduduki ASN.

"Tugas pokoknya yakni, melaksanakan kegiatan pengendalian mutu dan evaluasi dampak program PNFI," sebutnya.

Khairunnisa yang juga penasehat IPI ini menjelaskan, banyak hal yang disampaikan kepada Aidil Amri, selain karena tidak mendapat perhatian juga mengadukan soal kesejahteraan yang selama ini didapatkan, tak sesuai dengan kinerja penilik. "Memang kami diberikan  tunjangan kinerja, tapi tak sesuai dengan apa yang kami kerjakan," urainya.

Disampaikannya, tahun 2018, pihaknya disuruh menyusun analisa jabatan (anjab), masing-masing penilik mempunyai jumlah jam kerjanya. "2019, tukin kami naik sesuai dengan pangkat dan golongan sekitar Rp8 juta, namun setelah empat bulan berjalan, tukin turun jadi Rp 4 juta, dengan alasan yang tidak diketahui secara pasti," paparnya.

Kemudian disampaikannya lagi, Tukin turun menjadi Rp2 juta, sampai saat ini. "Jadi, kesejahteraan kami ini memang tak diperhatikan. Padahal kerja kami 24 jam, dan keberadaan kami merupakan ujung tombak pendidikan nonformal. Merekrut anak-anak yang putus sekolah, paket A, paket B dan paket C. Bagaimana mereka bisa sekolah, kursus dan lainnya,"benernya.

Untuk jumlah penilik Kota Pekanbaru saat ini dibongkar Khairunnisa, ada 13 orang yang ditempatkan di UPTD masing-masing Kecamatan. "Sesuai pemetaan dan jumlah ideal, harusnya minimal 3 orang penilik untuk satu kecamatan. Jika dikalikan 15 kecamatan di Kota Pekanbaru, maka harus 45 penilik," sebut Lhairunnisa.

Selain meminta tambahan tunjangan, para penilik ini juga mengharapkan adanya bantuan kendaraan operasional. Karena sampai saat ini, penilik bekerja memakai kendaraan pribadi. Apalagi lokasi kerja para penilik ini sangat jauh dan luas.

Menanggapi hal ini, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Pekanbaru Aidil Amri, berjanji akan menindaklanjuti persoalan tersebut. Baik memperjuangkan tunjangan, maupun untuk kendaraan operasionalnya.

Soal tidak responnya Kepala Disdik Pekanbaru Ismardi Ilyas terhadap penilik, Aidil mengaku kecewa. "Seharusnya, Pak Kadisdik memerhatikan kesejahteraan penilik ini. Apalagi mereka sudah melayangkan surat, harusnya ada respon. Kadis seperti ini patut kita pertanyakan. Susah dijumpai. Kalau saya nilai, Pak Wali Kota salah menempatkan orang di Disdik. Harus dievaluasi,"tegasnya.

Dikonfirmasi persoalan penilik ini, Sekdako Pekanbaru, M Jamil mengaku sudah mendapatkan kabar ini. Dan hal seperti ini tidak boleh terjadi.(gus)

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Dibuntuti dari Pekanbaru, Komplotan Jambret Gelang Emas Rp33 Juta Diringkus Polres Siak

Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Siak meringkus dua dari empat pelaku jambret asal Pekanbaru yang…

1 hari ago

Tembus 2.976 Kasus Malaria dan 1.227 DBD, Pemkab Rohil Galakkan Gerakan Kamis Bersih

Dinas Kesehatan Kabupaten Rokan Hilir mencatat lonjakan kasus DBD dan malaria hingga September 2026, serta…

1 hari ago

Health Talk BRK Syariah dan KPJ Malaysia: Kenali Gejala Awal dan Penanganan Batu Empedu

KPJ Healthcare Malaysia dan BRK Syariah menggelar health talk di Pekanbaru untuk mengedukasi masyarakat mengenai…

2 hari ago

BKPSDM Rohil Tunjuk Plt untuk Disdikbud, Dinkes, dan Diskominfotiks

BKPSDM Kabupaten Rokan Hilir menyerahkan SK Pelaksana Tugas (Plt) untuk mengisi kekosongan posisi pimpinan di…

2 hari ago

Tim SAR Temukan Korban Kedua Bencana Galodo Solok, Operasi Pencarian Resmi Ditutup

Satu korban hilang akibat galodo Solok ditemukan meninggal dunia pada Jumat (25/9/2026). Total korban jiwa…

3 hari ago

Bareskrim Polri dan Bea Cukai Bengkalis Gagalkan Penyelundupan 28,3 Kg Sabu Malaysia

Bareskrim Polri bersama Bea Cukai Bengkalis menggagalkan penyelundupan 28,3 kg sabu jaringan internasional dan menangkap…

5 hari ago