Kondisi payung elektrik Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau, Kamis (28/3/2024). Dari enam payung elektrik yang ada, satu payung perlu dilakukan penyetingan ulang oleh pihak kontraktor. (soleh saputra/riaupos.co)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Permukiman Kawasaan Perumahan dan Pertanahan (PUPR PKPP) Riau tahun ini akan kembali melaksanan tender untuk payung elektrik Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau. Tender tersebut dilakukan karena hingga saat ini masih ada pekerjaan payung elektrik tersebut yang belum selesai.
Kepala Dinas PUPR PKPP Riau Arief Setiawan melalui Kepala Bidang Cipta Karya Thomas Larfo Dimiera mengatakan, tender tersebut dilakukan karena masih ada beberapa item pekerjaan yang belum selesai. Dikarenakan kontraktor sebelumnya sudah diputus kontrak.
“Tahun ini kita rencanakan tender lagi,” katanya.
Namun, lanjut Thomas, sebelum tender dibuka kembali, pihaknya terlebih dahulu menyusun item sisa pekerjaan yang lakukan kontraktor berikutnya. Tender ini dipastikan tidak lagi melibatkan kontraktor sebelumnya, PT Bersinar Jesstive Mandiri, yang sudah dipastikan masuk daftar hitam atau blacklist.
Sisa pekerjaan yang akan dilanjutkan kontraktor berikutnya lebih kurang antara 9-8 persen pekerjaan lagi. Di antara fokus utama pekerjaan, perbaikan payung yang sampai hari ini masih bermasalah pada penyetingan buka tutup payung elektrik.
“Patung elektrik yang bermasalah itu satu. Memang masalahnya selalu saja soal setingan yang tak pas,” ujar Thomas.
Sementara sisanya ada penyempurnaan penataan kawasan Masjid An-Nur. Begitu persiapan item sisa pekerjaan tuntas dilakukan, tender terbuka pun siap dilakukan. “Kami sudah siapkan anggaran untuk penyelesaian sisa item pekerjaan payung elektrik itu pada APBD 2024,” sebutnya.
Untuk diketahui, untuk pembangunan payung elektrik Masjid Raya An-Nur, Pemprov Riau menganggarkan dana Rp42.935.660.870 pada APBD 2022. Setelah dilakukan lelang, anggaran untuk pembangunan payung elektrik menjadi Rp40.724.478.972,13 yang dimenangkan oleh PT Bersinar Jesstive Mandiri. Namun anggaran tersebut bukan hanya untuk pembangunan payung elektrik saja.
Anggaran tersebut juga untuk item pekerjaan lain. Seperti pekerjaan landscape, walkway, pembangunan gerbang masuk, pekerjaan tempat wudhu empat unit, pekerjaan pos jaga, dan pekerjaan mekanikal elektrikal.
Pekerjaan proyek tersebut dimulai Agustus 2022, namun hingga akhir tahun tidak selesai. Akhirnya, rekanan diberikan perpanjangan waktu pertama hingga 16 Februari 2023, namun juga tidak kunjung selesai. Lalu kembali diberikan perpanjangan waktu kedua hingga 28 Maret dan juga tidak selesai.
Selain diberikan perpanjangan waktu hingga dua kali, pihak rekanan juga diberikan kompensasi untuk melakukan perbaikan setelah payung elektrik rusak akibat diterjang angin kencang dan hujan lebat yang mengguyur kota Pekanbaru pada Sabtu (25/3/2023) lalu. Hingga akhirnya diputus kontrak pada 8 April 2023.(gem)
Laporan SOLEH SAPUTRA, Pekanbaru
Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli
Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…
Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…
RSUD Arifin Achmad berhasil menangani kasus langka pasien tersedak paku hingga ke paru-paru tanpa operasi…
Polres Bengkalis menggerebek rumah di Bandar Laksamana yang diduga jadi penampungan PMI ilegal. Empat terduga…
Puluhan siswa SMP Global Andalan mengikuti outing class ke Riau Pos untuk belajar jurnalistik, mengenal…