(Dok.riupos.co)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Antisipasi Tindak Kejahatan Polresta Pekanbaru mengimbau masyarakat tidak menggunakan perhiasan berlebihan. Terutama makin mendekati Idul Fitri dimana banyak yang memanfaatkan momen ini untuk melakukan tindak kejahatan.
Pesan ini disampaikan Kapolresta Pekanbaru Kombes Jeki Rahmat Mustika melalui Kasi Humas AKP Samin Tampubolon. Selain itu, Polresta selama Ramadan ini juga memastikan suasana kondusif lewat Operasi Tertib Ramadan Lancang Kuning 2024.
”Kita mengimbau kepada masyarakat untuk selalu utamakan keselamatan, tidak menggunakan perhiasan yang berlebihan dan selalu waspada menjaga harta benda dari sasaran tindak kejahatan,” sebut Kasi Humas, Kamis (28/3).
Menjelang Idulfitri ini, kata AKP Samin, Kapolresta juga selalu mengingatkan agar sama-sama menjaga tertib lalu lintas. Hal itu bisa dimulai dengan memarkirkan kendaraan di tempat yang telah disediakan serta pastikan ada petugas atau juru parkir.
”Pastikan kendaraan yang diparkirkan sudah terkunci dan tentunya untuk selalu mematuhi peraturan berlalu lintas untuk keselamatan bersama,” sebut Kasi Humas.
Sambungnya, Polresta dan jajaran juga aktif turun ke masyarakat untuk memberikan imbauan ini. Pada intinya, Polisi selama operasi ini ingim mengingatkan warga untuk selalu berhati-hati dalam beraktivitas. Hal ini mengingat aktivitas warga akan semakin meningkat di pusat-pusat keramaian.
”Untuk mengantisipasi tindak kejahatan, kepolisian akan terus berupaya untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Dengan hadirnya Polri di tengah masyarakat akan terjalin kemitraan yang baik antara Polri dan warga masyarakat itu sendiri,” tutup Kasi Humas.(yls)
Laporan HENDRAWAN KARIMAN, Pekanbaru
Jalur Gadis Manja menjadi juara Pacu Jalur Mini 2026 di Tepian Narosa setelah mengalahkan 65…
PSPS Pekanbaru merekrut Dimas Wicaksono, eks Persebaya yang punya pengalaman Liga 1, untuk memperkuat skuad…
Mantan PNS Dumai Tengku Muhammad Nasir ditangkap di Aceh setelah belasan tahun menjadi buronan dalam…
Pemko Pekanbaru membuka pengaduan bagi warga yang ijazah anaknya masih tertahan karena tunggakan biaya pendidikan.
Sengketa lahan sawit 2.000 hektare di Rohul kembali memanas. Warga membantah klaim mediasi Agrinas dan…
Sebanyak 81 siswa SMK 1 Tapung Hulu diduga keracunan usai menyantap makanan MBG. Sampel makanan…