Warga Kecamatan Bukit Raya mengantre di lokasi operasi pasar murah yang dilaksanakan di halaman Masjid Paripurna An-Najah, Jalan Banda Aceh, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Ahad (16/3/2025).
BUKIT RAYA (RIAUPOS.CO) – Warga Kecamatan Bukit Raya ramai mendatangi lokasi operasi pasar murah di Masjid Paripurna An-Najah, Jalan Banda Aceh, Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, Ahad (16/3). Mereka antusias membeli bahan pokok atau sembako yang dijual dengan harga lebih murah dari harga di pasar tradisional.
Pantauan Riau Pos di lokasi, warga yang didominasi kaum ibu -ibu dan juga bapak-bapak mengantre di depan stan untuk mendapatkan tiket pembelian. Warga rela antre sejak pukul 14.30 WIB. Padahal operasi pasar murah ini baru dimulai pada pukul 15.30 WIB hingga pukul 17.30 WIB.
Ada sejumlah bahan pokok yang dijual dengan harga terjangkau. Seperti beras SPHP 5 kg, telur ayam, minyak goreng, gula, bawang merah, dan cabai merah.
Seorang warga Hanifah (59) mengaku senang dengan keberadaan pasar murah karena selain dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan bahan pangan murah dan terjangkau kualitas produk yang dijual juga cukup bagus.
Namun sayangnya, menurut Hanifah, ada sejumlah bahan pangan yang tidak bisa dibeli secara bebas di mana harus menggunakan KTP sebagai syarat pengambilan yaitu untuk produk minyak goreng dan gula pasir.
”Tak apalah, yang penting bisa beli sembako murah walaupun tidak semuanya bisa dibeli karena ada syaratnya,” ucapnya.
Sementara itu, belum lama ini Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pekanbaru Harry Pratama menjelaskan kegiatan operasi pasar murah ini dilakukan guna membantu masyarakat dalam mendapatkan bahan kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadan dan jelang Hari Raya IdulFitri.
Langkah ini sesuai dengan arahan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho yang meminta agar jajarannya menggelar pasar murah untuk menekan angka inflasi dan kenaikan harga bahan pangan selama Ramadan dan Idulfitri.
”Operasi pasar murah akan terus kita gelar selama Ramadhan dan menyambut Idul Fitri agar harga bahan pangan tidak mengalami kenaikan signifikan,” sebutnya.
Adapun harga bahan pangan di pasar murah Disperindag Pekanbaru di antaranya beras SPHP 5 kilogram (kg) senilai Rp55.000, gula pasir Rp15.000 per kilogram, minyak goreng Rp13.500 per liter, cabai merah Rp26.000 per kilogram, bawang merah Rp30.000 per kilogram, bawang putih Rp38.000 per kilogram, kentang Rp18.000 per kilogram, dan telur Rp49.000 per kilogram.
”Pasar murah ini akan kita lakukan di 15 kecamatan di kota Pekanbaru, dan digelar dengan koordinasi bersama Bulog dan akan diselenggarakan oleh OPD di Pemko Pekanbaru seperti DKP Pekanbaru dan Disperindag Pekanbaru. Kami mengimbau kepada camat dan lurah untuk ikut mensosialisasikan kegiatan ini agar masyarakat bisa menikmati bahan pangan murah dibulan suci Ramadan,” ujarnya.(ayi)
Pengunjung kuliner malam Cut Nyak Dhien mengeluhkan tarif parkir hingga Rp5.000. Dishub Pekanbaru janji segera…
Seorang pemuda di Siak tega bunuh nenek kandung usai salat Magrib. Pelaku ditangkap di hotel…
PMI Rohul dan OPD teken MoU untuk jaga stok darah RSUD. Targetkan 3.000 kantong per…
Pemkab Rohul usulkan 120 formasi CPNS 2026 ke Kemenpan RB. Tenaga kesehatan jadi prioritas untuk…
Kematian 30 ton ikan di Sungai Tapung disorot DPRD Kampar. Dugaan pencemaran diselidiki, hasil uji…
Suzuki hadirkan promo service “Back to Work” pascamudik dengan harga mulai Rp400 ribuan, berlaku hingga…