Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengunjungi korban banjir di tenda pengungsian di Kecamatan Rumbai, Rabu (5/3/2025) malam.
RUMBAI (RIAUPOS.CO) – Wali Kota (Wako) Pekanbaru Agung Nugroho beserta jajaran kembali meninjau korban banjir di tenda pengungsian, Kecamatan Rumbai, Rabu (5/3) malam. Di tengah guyuran hujan, Wako ingin memastikan langsung kondisi warga korban banjir dan keperluan mereka bisa terpenuhi.
Wako mendatangi sejumlah tenda pengungsian korban banjir usai melaksanakan ibadah Salat Tarawih. Turut hadir Wakapolda Riau, Brigjen Andrianto Josy, Dansat Brimob Kombes Pol Dwi Yanto Nugroho, Ketua DPRD Pekanbaru Muhammad Isa, dan pejabat di lingkungan Pemko Pekanbaru.
”Terima kasih Bapak Wakapolda langsung turun beserta jajaran. Kami pemerintah kota memastikan kondisi warga korban banjir,” kata Wako di sela-sela tinjauannya.
Wako menyebut, hingga kini sudah ada 2.800 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir di lokasi tersebut. Banjir yang terjadi di lokasi tersebut semakin meluas. Masih ada kekurangan tenda di lapangan, dan pemerintah kota bersama stakeholder berupaya memenuhi keperluan tersebut. Ia juga memastikan kondisi kesehatan masyarakat, dan sudah diturunkan tenaga kesehatan dari puskesmas dan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru sejak pagi kemarin. ”Tenaga kesehatan berkeliling mengecek kesehatan warga. Karena ada bayi, dan lansia. Kondisi cuaca yang tidak menentu ini membuat kondisi badan tiba-tiba jadi sakit,” ulas Agung.
Agung juga memastikan langsung ketersediaan makanan bagi warga korban banjir. Mereka memberikan bantuan makanan untuk berbuka puasa dan sahur. ”Kami kirim lebih dari 7.000 bungkus nasi setiap malam. Kami saat ini juga masih memerlukan dapur umum, dan bapak wakapolda besok juga akan buka. Karena cuaca yang sangat ekstrem, tadi ada 4 orang yang hampir tenggelam dan berhasil diselamatkan BNPB,” jelas Wako.
Wako berkeliling mengecek warga korban banjir di tenda pengungsian hingga menjelang waktu sahur. Ia berdialog langsung dengan warga yang sudah empat hari di tenda pengungsian dan menanyakan apa yang menjadi keperluan korban banjir.(yls)
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…
Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…