Peserta Green Culture praktik mengolah sampah menjadi echo enzym saat pelatihan di Gedung Capella Honda Riau, belum lama ini. (Capella Honda untuk Riaupos)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Capella Honda mengajak masyarakat sekitar dan para jurnalis untuk memanfaatkan sampah atau limbah rumah tangga. Kegiatan ini dilakukan di kantor PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) Main Dealer sepeda motor Honda wilayah Riau.
Kegiatan ini menghadirkan seorang pembina lingkungan, Sutarno sebagai narasumber. Ia telah malang melintang mengikuti beragam kegiatan lingkungan dari PT Astra Honda Motor (AHM). Melalui pria kelahiran Yogyakarta tahun 1962 silam itulah, Main Dealer Honda wilayah Riau, PT Capella Dinamik Nusantara (CDN) pun merangkul sejumlah masyarakat dari Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki untuk belajar bagaimana mengelola sampah menjadi berkah. Sehingga sampah yang selama ini selalu dianggap kotor, dapat didaur ulang dan menjadi bermanfaat.
Berkomunikasi jarak jauh secara zoom meeting lewat seminar Green Culture, pria yang akrab disapa pak Tarno tersebut mengedukasi masyarakat Labuh Baru Barat tentang bagaimana mengatasi permasalahan sampah untuk menghilangkan kebiasaan membuang sampah sembarangan dan merubahnya menjadi sikap peduli kepada lingkungan.
Pada kesempatannya, pak Tarno menjelaskan bahwa sampah itu bukanlah permasalahan bagi pemerintah saja, bukan juga permasalahan bagi masyarakat, namun seluruh lapisan masyarakat.
“Kami memaknai bahwa sampah adalah sumber daya alam yang dikelola secara khusus menjadi potensi hidup bersih, sehat dan sejahtera. Inilah salah satu hasil pemikiran yang kami dapatkan dari pembinaan oleh PT Astra Honda Motor. Jadi kalau lingkungannya dikelola dengan baik, tidak akan ada sampah berserakan,” ujar Sutarno ketika menyampaikan edukasinya.
Pak Tarno mengatakan pengelolaan sampah bisa dilakukan mulai dari melakukan pengurangan sampah dengan cara belanja cerdas, membawa botol minuman sendiri, membawa peralatan makanan sendiri, menerapkan pola makan sehat dan hemat air. Kemudian melakukan pengolahan sampah dengan pemilahan sampah, komposting, maggot, biopori, eco enzym serta menyediakan bank sampah dengan pengangkutan terjadwal. Selanjutnya adalah melakukan pemanfaatan sampah dengan media tanam, pupuk pestisida, pakan ternak, pakan unggas. Peraga pendidikan, kreasi daur ulang dan usaha mikro.
“Kalau masyarakat sudah mengelola sampah itu dengan baik, pasti bisa menciptakan lingkungan yang bersih, hijau dan sehat. Dari manfaat mengelola sampah itu juga bisa menyediakan peluang kerja dan usaha bidang lingkungan hidup. Menciptakan hati yang damai dan bahagia. Sehingga sampah tersebut akhirnya menjadi berkah,” tuturnya.
Selain memberi edukasi, pak Tarno pun bahkan mempraktekkan langsung cara memanfaatkan sampah dengan dua metode yakni pengomposan sederhana dan eco enzyme. Praktek eco enzyme itu turut dipraktekkan juga oleh masyarakat Labuh Baru Barat yang hadir di PT CDN.(azr)
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…
Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.