Categories: Hukum Kriminal

IRT Ditemukan Gantung Diri di Depan Kamar Anak

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Warga Kecamatan Sukajadi geger saat menemukan jasad seorang wanita tidak bernyawa dalam keadaan gantung diri di dalam rumah, Senin sore (25/10). Tepatnya di Jalan Kutilang, Gang Tembok, Kelurahan Kampung Melayu, Kecamatan Sukajadi.

Ibu rumah tangga (IRT) berinisial TS (57) itu ditemukan tetangganya bernama Parlin. Parlin awalnya mengira bau busuk dari dalam rumah tersebut hanyalah bangkai tikus. Namun setelah berhari-hari dan saat didatangi rumah tersebut dalam keadaan terkunci. Warga setempat pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sukajadi.

"Saat kami mendatangi  TKP (tempat kejadian perkara, red)  bersama tim Inafis Polresta Pekanbaru, kami melihat rumah dalam keadaan terkunci. Baik dari pintu depan maupun pintu belakang. Karena adanya laporan, kami langsung melakukan pendobrakan dari pintu belakang dan kemudian ditemukan seorang wanita dalam dalam kondisi tergantung di depan pintu kamar anaknya dan sudah membusuk, " ujar Kapolsek Sukajadi Kompol Hendrizal Gani, Senin (25/10).

Setelah ditemukan mayat tersebut pihak kepolisian langsung memasang garis polisi di sekitar TKP dan tim idenfitikasi Polresta Pekanbaru langsung melakukan upaya penuruan mayat tersebut.

"Mayat ini diperkirakan sudah meninggal sekitar empat hari dan di dalam rumah tersebut juga ada anak korban yang berusia 17 tahun dengan kondisi cacat mental," tambah Kapolsek.

Dikarenakan anak korban mengalami cacat mental, ia pun tidak bisa melaporkan kejadian tersebut kepada tetangganya.

"Anak korban sudah kami bantu evakuasi ke rumah tetangga bersama keluarga korban yang datang. Dan saat ini korban sudah kami evakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara dan kami menunggu anaknya yang sedang berada di luar kota untuk datang ke sini," kata Hendrizal.

Pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan apakah korban ini korban pembunuhan atau bunuh diri. Melihat kondsi di lapangan tidak ada barang-barang yang hilang. Pintu-pintu ataupun jendela juga tidak ada yang dirusak.

"Korban saat ini hanya tinggal berdua dengan anaknya dikarenakan suaminya baru saja meninggal beberapa bulan yang lalu akibat Covid-19. Biasanya mereka berdua yang mengurus anaknya, namun karena sekarang tinggal sendiri, bisa jadi membuat korban mengalami stres dan mengakhiri nyawanya," pungkas Hendrizal.(bay)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Resahkan Warga, Dua Warung Remang-remang di Kuantan Mudik Ditertibkan Polisi

Polsek Kuantan Mudik menertibkan dua warung remang-remang di Bukit Betabuh setelah menerima keluhan warga. Lima…

2 jam ago

PETI di Kampar Kiri Digerebek, Satu Operator Ekskavator Diamankan Polisi

Polisi membongkar aktivitas PETI di Kampar Kiri Hulu dan mengamankan operator ekskavator. Sejumlah peralatan tambang…

8 jam ago

Warga Rambah Sempat Krisis Air Bersih, Ternyata Kabel Pompa Dicuri

Warga Rambah sempat kesulitan air bersih setelah kabel pompa distribusi di Desa Pawan dicuri. Aliran…

8 jam ago

Dosen Unilak Bekali Siswa SMKN 1 Kandis Jurus Branding Digital dan Hitung Harga Jual

Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…

1 hari ago

Air Sungai Singingi Kembali Keruh, PETI Diduga Jadi Penyebab

Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…

1 hari ago

Tempuh 192 Km Selama 22 Jam, Goweser Paliko Siap Meriahkan Gowes Merdeka 2026

Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…

1 hari ago