pasok-sabu-mantan-istri-dari-lapas-napi-ini-sebut-pesan-via-telepon
PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Pekanbaru berhasil mengungkap kasus peredaran Narkotika jenis sabu sebanyak 499.64 gram dari salah seorang wanita yang berinisial Y beralamat di Jalan Satria, Gang Keluarga, Kecamatan Tenayan Raya Pekanbaru.
Kepala BNN Kota Pekanbaru, Febri F mengatakan, berdasarkan hasil keterangan tersangka Y, ia mengaku mendapatkan barang haram itu setelah bekerjasama dengan mantan suaminya inisial T yang merupakan seorang narapidana yang berada di lembaga pemasyarakatan (LP) di Pekanbaru.
"Bisa dikatakan bahwa inisial T ini adalah pengendali mantan istrinya dan bandar narkoba," ujar Febri F, Selasa (23/2/2021).
Kemudian berdasarkan keterangan T, ia menghubungi bandar narkoba menggunakan telepon seluler dari dalam Lapas. Kata dia, ia menyuruh bandar tersebut meletakkan barang narkotika disuatu tempat, setelah itu nanti tersangka Y mengambil lalu memakai dan mengedarkannya diluar.
"Saat ini kita tengah mendalaminya, bagaimana tersangka T yang berada didalam Lapas bisa bekerjasama dengan mantan istrinya dan berkomunikasi dengan bandar narkoba, sementara didalam Lapas itu sendiri tidak bisa menggunakan Handpone," terangnya.
Sementara itu, ketika diwawancarai wartawan tersangka T mengakui bahwa telah menggunakan Handpone didalam Lapas secara sembunyi-sembunyi untuk menghubungi bandar. Dan tidak mengenal bandar tersebut, selama ini hanya berkomunikasi melalui telepon seluler.
"Saya tidak mengenal orangnya, selama ini hanya berkomunikasi melalui telepon seluler," pungkasnya.
Laporan: Dofi Iskandar
Editor: Eka G Putra
Polsek Bukit Raya menangkap terduga pelaku pencurian 25 unit iPhone di Marpoyan Damai dengan kerugian…
Empat lagu daerah Rokan Hulu resmi mendapat sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal dari Kemenkum RI.
Harga Minyakita di Kepulauan Meranti masih sesuai HET meski stok terbatas dan belum memenuhi kebutuhan…
Bupati Kuansing bertemu Sekdaprov Riau membahas persiapan MTQ ke-44 tingkat Provinsi Riau yang digelar Juni…
Kajati Riau melantik sejumlah pejabat struktural, termasuk Fredy Feronico Simanjuntak sebagai Kajari Rokan Hulu.
Bapanas mempertanyakan distribusi Minyakita di Riau setelah menemukan harga minyak goreng tersebut tembus Rp20 ribu…