Categories: Hukum Kriminal

5 Pengiring Jenazah Jadi Tersangka Setelah Aniaya Sopir Truk

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Polres Metro Jakarta Utara menetapkan lima tersangka dalam kasus pengeroyokan sopir truk kontainer di Cilincing oleh rombongan pengiring jenazah.

Aksi pengeroyokan ini terjadi di Jalan Sungai Tiram, Cilincing, Jakarta Utara pada Jumat (18/6) sekitar pukul 15.30 WIB. Video pengeroyokan viral di media sosial.

"Tersangka ada 5, yang pertama adalah A alias AJ, dua K alias KB, kemudian tiga R alias M, empat R alias RF, kemudian lima P alias ARP," kata Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Guruh Arif Darmawan kepada wartawan, Selasa (22/6/2021).

Peristiwa ini bermula saat rombongan pengiring jenazah itu sedang mengantar jenazah ibu dari tersangka AJ. Rombongan ini kemudian berpapasan dengan truk kontainer yang dikemudikan oleh F.

Guruh menyebut, rombongan pengiring jenazah ini menganggap truk kontainer yang datang dari arah berlawanan ini menghalangi perjalanan mereka.

"Dipersepsikan atau dianggap enggak mau minggir terhadap iring-iringan kendaraan dari para pelaku ini," ujarnya.

Truk kontainer dan rombongan pengiring jenazah itu kemudian berhenti. Setelahnya, sempat terjadi cekcok antara kedua belah pihak hingga akhirnya terjadi aksi pengeroyokan.

"Mereka marah-marah dan akhirnya melakukan tindakan kekerasan terhadap pengemudi truk dan melakukan perusakan terhadap kendaraan tersebut," tutur Guruh.

Akibat aksi pengeroyokan ini, sopir truk kontainer berinisial F mengalami luka ringan.

Disampaikan Guruh, total ada sembilan orang yang ditangkap terkait aksi pengeroyokan ini. Namun, hanya lima orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

Kelima tersangka ini dikenakan Pasal 170 KUHP tentang kekerasan dengan ancaman pidana penjara di atas lima tahun.

Sedangkan empat lainnya, kata Guruh, hanya dikenakan wajib lapor. Namun, jika ditemukan bukti baru, tak menutup kemungkinan empat orang ini dinaikkan statusnya sebagai tersangka.

Berkaca pada peristiwa ini, Guruh mengimbau kepada rombongan pengiring jenazah atau lainnya untuk tetap mematuhi peraturan lalu lintas.

"Karena pengguna jalan bukan hanya kelompok tertentu saja, tapi semuanya berhak dan  apabila rombongan seperti itu pasti akan diberikan prioritas oleh yang lain," ucap Guruh.

Sumber: JPNN/News/CNN/Berbagai Sumber
Editor: Hary B Koriun

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Cegah DBD dan Malaria, Rutan Rengat Lakukan Fogging Massal

Rutan Rengat lakukan fogging cegah DBD dan malaria. Pengasapan dilakukan menyeluruh demi menciptakan lingkungan sehat…

3 jam ago

Tambang Emas Ilegal Ditertibkan, 5 Rakit PETI Dibakar di Lokasi

Aparat gabungan Polsek dan Koramil musnahkan 5 rakit PETI di Kuantan Hilir. Penertiban dilakukan untuk…

3 jam ago

Tak Hujan Tapi Banjir, Jalan Pelita Pekanbaru Bikin Warga Resah

Jalan Pelita Pekanbaru tergenang meski tak hujan. Drainase tersumbat diduga jadi penyebab, warga minta solusi…

4 jam ago

Laporkan Sampah Menumpuk, Warga Ini Malah Dapat Reward dari Pemko Pekanbaru

Warga Pekanbaru dapat reward usai laporkan sampah menumpuk. Pemko dorong partisipasi publik wujudkan kota bersih…

4 jam ago

Kejar PAD Rp255 Miliar, Pemkab Kuansing Kerahkan PPPK Jadi Juru Pungut Pajak

Pemkab Kuansing sebar PPPK ke desa untuk genjot PAD Rp255 miliar, sekaligus dorong pajak, ekonomi,…

22 jam ago

Tingkatkan Literasi Siswa, Guru di Siak Wajib Kuasai Bahasa Indonesia dengan Baik

Disdik Siak tingkatkan literasi guru lewat PKBI, dorong penguasaan bahasa Indonesia demi meningkatkan kualitas belajar…

1 hari ago