Categories: Hukum Kriminal

Tetangga Sempat Mendengar Teriakan Minta Tolong

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Masih seputar kasus gantung diri ibu muda berinisial NSW (27) yang sebelumnya diduga melakukan pembunuhan terhadap dua anaknya yang masih balita. Ia adalah NAG, perempuan berusia 2 tahun dan DAG, laki-laki berusia sekitar 6 bulan.

Insiden itu terjadi di Jalan Palembang, Sialang Rampai, Tenayan Raya pada Senin (16/11). Menurut keterangan tetangga sekitar, sempat mendengar teriakan minta tolong dari suami korban. Hal itu diutarakan warga bernama Novi yang tak jauh tinggal dari rumah duka.  "Tolong kak, tolong kak, kak sini kak, tolong. Pas masuk buka tirainya, nampak istrinya udah tergantung di dapur. Anaknya kirain tidur (di kamar)," ucapnya.

Dilihatnya sang anak tidur pulas. Namun rupanya telah tiada. "Kami sempat bilang, jangan mekik-mekik bang, anak masih tidur. Rupanya meninggal," lanjutnya.

Saat kejadian itu, Novi pun menyebut bahwa lampu rumahnya memang belum hidup. Begitu dihidupkan barulah itu terungkap. Ia menambahkan, tidak pernah mendengar PNG (suami) dan NSW bertengkar.  "Interaksi sama warga, kalau abang itu oke-oke aja, kalau istrinya kurang, sering di rumah, jarang keluar," ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Hengki yang masih tetangga rumah korban. Menurutnya, kehidupan suami istri itu terbilang normal dan seperti keluarga lain pada umumnya. "Sudah sekitar setahun tinggal di perumahan ini. Untuk suaminya sering gabung dengan warga namun kalau istrinya jarang," ucapnya.

Terkait pekerjaan, suami bekerja sebagai supir box pengantar sparepart. Katanya, terkadang ke luar kota. "Namun, sejak pandemi jarang ke luar kota atau lebih sering di rumah," katanya.

Hasil Autopsi Tidak Ada Kekerasan

Menindaklanjuti hasil autopsi yang telah dilakukan pihak kepolisian, hasilnya telah keluar. Kapolresta Pekanbaru Kombespol Nandang Mu’min Wijaya melalui Kasatreskrim AKP Juper Lumban Toruan menyebut, tidak ada ditemui tanda kekerasan. "Hasilnya tidak ditemukan adanya tanda kekerasan atau perlawanan. Akibat meninggal karena jeratan di leher yang mengakibatkan tidak bisa bernapas dan kehabisan oksigen," ungkapnya. 

Sementara, untuk dua anak berinisial NAG dan DAG, juga tidak ditemukan adanya tanda bekas kekerasan. "Untuk anaknya akibat meninggal karena ditemukan adanya racun di dalam tubuhnya," ulasnya.

Namun ditanyai apa jenis racunnya? Juper belum bisa menjelaskan. Menurutnya, terkait itu, saat ini masih diteliti oleh Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau. "Itu nanti Labfor yang menjelaskan, seminggu lagi baru keluar hasilnya," urainya.

Masih kata Juper, dalam peristiwa itu tidak ada unsur tindak pidana. Ia pun menambahkan, untuk saksi yang sudah diperiksa, sudah sekitar empat orang.(sof)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Mantan Dirut PT SPRH Divonis 11 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi PI Rp64,2 Miliar

Mantan Dirut PT SPRH Rahman divonis 11 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI 10…

10 jam ago

Kebakaran Hebat di Jalan Belimbing Pekanbaru, Lima Kios Ludes Dilalap Api

Kebakaran menghanguskan lima kios di Jalan Belimbing, Pekanbaru. Damkar mengerahkan tujuh armada dan berhasil mencegah…

11 jam ago

Rapat Banggar Berujung Kericuhan, Bentrokan Pecah di Gedung DPRD Riau

Kericuhan di DPRD Riau usai rapat Banggar memicu bentrokan dua kubu. Polisi menyelidiki insiden, sementara…

12 jam ago

Polisi Ungkap Temuan Baru Kematian Dokter PPDS di Siak, Dua Jenis Obat Disita dari TKP

Polres Siak menyebut belum ditemukan tanda kekerasan secara kasat mata pada dokter PPDS yang meninggal.…

13 jam ago

Bupati Inhu Dorong UMKM Urus Sertifikat Halal Gratis, OPD Diminta Aktif Dampingi

Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…

1 hari ago

APHI Riau Dorong Pelaku Usaha Hutan Garap Peluang Bisnis Karbon Lewat Aturan Baru

APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…

1 hari ago