Categories: Hukum Kriminal

Rampas Motor, Kaki Didor

(RIAUPOS.CO) – Dua bulan menghirup udara segar, pria berinisial DPB alias Dedi (24) kembali berulah. Ia pun diamankan dengan cara tindakan terukur (tembak, red) oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Pekanbaru.

Residivis itu pun mengerang kesakitan. Lantaran timah panas mendarat pada kaki kanannya. Tindakan terukur itu sebagai langkah polisi dalam melumpuhkan DPB yang telah melakukan perampasan sepeda motor menggunakan senjata tajam (sajam).

Kapolres Pekanbaru, Kombes Nandang Mu'min Wijaya menyebut, aksi DPB membuat masyarakat trauma dan mengalami kerugian. "Kronologinya, DPB datang ke tempat korban Ilham Wahyudi (23) di Jalan Cipta Karya. Ia ingin meminjam motor sambil menunjukan golok di pinggangnya," jelasnya.

Korban yang merasa ketakutan, langsung memberi kunci kepada tersangka DPB. Insiden itu terjadi pada Rabu (3/9) pukul 13.00 WIB. Dari laporan tersebut, petugas Satreskrim yang dipimpin Iptu M Aprino Tamara langsung melakukan penyelidikan.

Diketahui, DPB akan menjual sepeda motor Honda beat warna hitam tersebut. Sehingga,  dilakukan undercover buy oleh petugas Reskrim. Setelah harga disetujui, tim bergerak untuk melakukan undercover buy.

"Proses pembelian itu disepakati di Jalan Pemuda pada Sabtu (5/9) pukul 23.00 WIB. Diakui DPB, sepeda motor itu tanpa surat. Namun, kecurigaan muncul dari tersangka atas penyamaran anggota Reskrim. Saat kabur, dilakukan penembakan dan pelurunya menyasar pada kaki kanannya," ungkapnya.

Hal itu pun diperjelas Kasatreskrim, Kompol Awalludin Syam yang mengatakan, kaburnya DPB karena melihat anggota Reskrim yang pernah menangkap sebelumnya. "Jadi, si tersangka ini residivis dan pernah diringkus oleh salah satu anggota Reskrim. Makannya lari," ucapnya.

Lucunya, karena lari, tersangka kecebur got. Sehingga, DPB mengerang kesakitan dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk dirawat secara medis.

"Hasil penyidikan, DPB terlibat kasus pengeroyokan dan pencurian dengan kekerasan (curas) begal. Baru keluar dari penjara sekira bulan Mei 2020. Untuk kasus saat ini, dijerat pasal 363 KUHPidana," tuturnya. (azr)

Laporan SOFIAH, Pekanbaru

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

12 jam ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

14 jam ago

Jembatan Siak I Akan Dipelihara, Arus Kendaraan Dialihkan ke Siak III

Pemprov Riau akan memelihara Jembatan Siak I dan Siak III pada pekan ketiga September dengan…

14 jam ago

Pasokan BBM di Riau Naik 27 Persen, Pertamina Respons Lonjakan Kebutuhan

Pertamina Patra Niaga menaikkan pasokan BBM JBT di Riau hingga 27 persen seiring meningkatnya kebutuhan…

15 jam ago

Komjak RI Cek Kejari Pekanbaru, Seluruh Pengaduan Masyarakat Disebut Sudah Ditindaklanjuti

Komjak RI mengunjungi Kejari Pekanbaru untuk mengecek pengaduan masyarakat dan sarana prasarana serta mengingatkan pentingnya…

15 jam ago

Viral Video MBG di SDN 015 Tambusai Utara, Pihak Sekolah Tegaskan Tak Pernah Menolak

Video pembagian MBG di SDN 015 Tambusai Utara viral dan memunculkan anggapan penolakan. Sekolah menegaskan…

17 jam ago