PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Hingga kini kasus penganiayaan terhadap driver ojek online (ojol) yang viral di media sosial (medsos) masih diproses.
Penyidik dari Polresta Pekanbaru pun masih mendalami motif yang dilakukan tersangka MAP alias Akbar (24).
Di ruang penyidik lantai II Polresta Pekanbaru, MAP mengakui telah melakukan penendangan tersebut. Katanya, karena pengaruh obat-obat terlarang alias narkoba.
"Iya, pengaruh narkoba," katanya singkat.
Adapun kronologi kejadian versi MAP yaitu di mana pada Jumat (3/6/2020) lalu, dirinya membunyikan klakson selama dua kali. Kemudian driver ojol membalasnya.
"Saya turun dari mobil dan saya berhentikan dengan memepet, karena klakson dari driver ojol panjang. Saya tanya apa tidak lihat ada mobil kencang dari belakang? Saya pun sudah mengayunkan tangan kiri saya sebanyak dua kali ke sebelah kiri," ungkapnya.
Setelah itu, terjadi cekcok dan saya tendang dia terkena bagian pinggang. Setelah itu MAP pun langsung pergi.
Di waktu yang sama, korban Mulyadi (33) menceritakan kepada Riaupos.co bahwa dirinya tidak bekerja sejak kejadian itu.
"Sudah tiga hari tidak nge-bit alias tidak bekerja. Rasa-rasa ada yang ngikutin," sebut bapak anak satu itu.
Menurutnya, ada trauma akibat insiden itu. Ia pun mengatakan, belum pernah sama sekali bertemu dengan MAP.
"Belum pernah jumpa apalagi order dengan saya. Saya berterima kasih pada warga yang telah merekam dan ini agar ada efek jera bagi dan terulang lagi pada driver ojol maupun masyarakat lain," paparnya.
Sementara itu Kapolres Pekanbaru Kombes Nandang Mu'min Wijaya mengatakan, pihaknya masih melakukan penyidikan lebih lanjut terhadap tersangka MAP.
"Masih kami proses dan lakukan penyidikan. Apakah dia hanya pemakai atau pengedar juga," urainya, Senin (6/7/2020).
Kombes Nandang menyebut, sementara ini, MAP dijerat pasal 351 tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.
Laporan: Sofiah (Pekanbaru)
Editor: Eko Faizin
Mantan Dirut PT SPRH Rahman divonis 11 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI 10…
Kebakaran menghanguskan lima kios di Jalan Belimbing, Pekanbaru. Damkar mengerahkan tujuh armada dan berhasil mencegah…
Kericuhan di DPRD Riau usai rapat Banggar memicu bentrokan dua kubu. Polisi menyelidiki insiden, sementara…
Polres Siak menyebut belum ditemukan tanda kekerasan secara kasat mata pada dokter PPDS yang meninggal.…
Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…
APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…