Categories: Internasional

Mahasiswa Indonesia Meninggal Dunia Tertimpa Pohon

ADELAIDE (RIAUPOS.CO) – UNIVERSITAS Adelaide terguncang oleh berita mendalam atas kepergian Alifia Soeryo, mahasiswa asal Indonesia berusia 22 tahun yang menemui ajal secara tragis. Dia meninggal akibat insiden pohon tumbang.

Dikutip dari 7newsadelaide, Alifia Soeryo meninggal karena tertimpa pohon karet yang tumbang di taman. Keluarga Alifia menganggap kematian putrinya bisa dicegah sehingga menuntut jawaban dari Dewan Kota Adelaide.

Alifia meninggal pada Rabu (11/2) ketika pohon karet jatuh menimpa, kecelakaan yang dianggap aneh dan teman-temannya masih tidak bisa memahami.

Alifia adalah sosok yang pemberani, dia meninggalkan Jakarta dan sedang memulai program magister di Universitas Adelaide dan aktif dalam akademis. Alifia hobi bersepeda untuk menjelajah jalan-jalan di Adelaide. Selain itu, Alifia juga seorang pelari yang telah melewati track Adelaide utara.

Tinggal berdua dengan sang adik yang berusia 18 tahun di Adelaide, sang adik juga masih merasa bahwa kejadian itu hanya ilusi semata. ‘’Alifia adalah sosok yang tenang dan menyenangkan, dia selalu berusaha tetap bersabar,’’ papar Alisha Hutomo, teman Alifia.

Warga setempat sebelumnya telah menyampaikan kepada dewan kota, tapi tidak ada tindakan yang dilakukan. Saat ini, bagian dari pohon yang tumbang sudah dibersihkan. Dewan kota menolak berkomentar pada saat pohon terakhir diperiksa, alih-alih menyampaikan belasungkawa dan berkata untuk menunggu investigasi.

Para pelayat berkumpul untuk mengenang Alifia di tempatnya meninggal. Ada sekitar 100 pelayat untuk menghormati kematian Alifia, diakhiri dengan doa secara Islam.

Keluarga Alifia terbang dari Indonesia untuk mendengar cerita kehidupan Alifia yang dilakukan selama tinggal di Adelaide. Alifia memiliki lingkar pertemanan yang luas dan banyak, sehingga banyak yang berduka atas kepergiannya.

Penggalangan dana dilakukan secara online untuk membawa jasad Alifia pulang ke Indonesia dan terkumpul 8.000 dolar Australia atau sekitar Rp81,5 juta dalam waktu dua hari.(esi)

Laporan JPG, Adelaide

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

1 hari ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

1 hari ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

1 hari ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

1 hari ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

2 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

2 hari ago