Masyarakat Kecamatan Teluk Meranti melintasi Jalan Lintas Bono yang telah banyak mengalami kerusakan usai banjir, baru-baru ini. Namun tak kunjung dilakukan perbaikan oleh Pemprov Riau. (mamin/riaupos)
TELUK MERANTI (RIAUPOS.CO) – Kondisi Jalan Lintas Bono di Kecamatan Teluk Meranti mengalami rusak parah. Ada lubang jalan dengan kedalaman mencapai 50 cm. Ditambah dengan curah hujan tinggi dan membuat air menggenang dan sulit dilintasi.
Di beberapa titik Jalan Lintas Bono di Kelurahan Teluk Meranti juga mengalami rusak parah. Kerusakan Jalan tersebut sudah dirasakan oleh masyarakat dalam kurung waktu tiga bulan terakhir. Untuk itu, masyarakat berharap kepada Pemerintah untuk bisa menanggapi keluhan masyarakat.
“Jalan Lintas Bono sudah memprihatinkan dan tentunya kami berharap Pemkab Pelalawan melalui Dinas PUPR dapat memperbaiki jalan ini,” ujar Ryan warga tempatan kepada Riau Pos belum lama ini.
Dikatakannnya bahwa, masyarakat Kelurahan Teluk Meranti sangat mengeluhkan kerusakan Jalan Lintas Bono yang disebabkan banjir beberapa bulan yang lalu. Ada lebih kurang 10 titik jalan yang mengalami kerusakan, tapi yang parahnya ada dua titik.
“Jadi, dari 10 titik jalan yang rusak, ada dua titik jalan yang rusak parah yakni berlobang sedalam 50 centimeter. Sudah 3 bulan terakhirnya ini jalan lintas Bono di kelurahan kita yang mengalami kerusakan, tapi belum juga ada perbaikan dari pemerintah,” terangnya. infrastruktur jalan yang memadai sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat.
Apalagi, lanjutnya, Jalan Lintas Bono merupakan akses jalan utama yang menghubungkan antar kecamatan dan kelurahan ke desa yang ada di Kecamatan Teluk Meranti. Sehingga, jika tidak ada tanggapan serius dari pemerintah untuk memperbaiki jalan tersebut, dipastikan bisa menghambat perekonomian masyarakat sekitar.
Menanggapi aspirasi warga tersebut Camat Teluk Meranti Raja Eka Putra SSos melalui Lurah Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti Abu Samma SE mengatakan bahwa Pemkab menampung aspirasi tersebut. Hal itu diungkapkannya kepada Riau Pos, Senin (29/4) kemarin via selulernya.
Meski demikian pemkab tidak bisa langsung memperbaiki karena setiap jalan ada kewenangan yang berbeda. “Jalan Lintas Bono merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Riau. Untuk itu saya berharap kepada Pemerintah Provinsi Riau untuk secepatnya memperbaiki jalan tersebut,” ujarnya.
Ia sependapat dengan warga bila terus dibiarkan tanpa perbaikan bisa menghambat perekonomian warga sekitar dan bisa saja menimbulkan kecelakaan bagi pengguna jalan. Ditambahkannya bahwa, dirinya sangat mendukung percepatan pembangunan Jalan Lintas Bono yang oleh Pemerintah Provinsi Riau. Apalagi saat ini jalan itu mengalami kerusakan pasca banjir kemarin.(amn)
Bapanas menemukan Minyakita dijual hingga Rp20 ribu per liter di Pekanbaru, jauh di atas HET…
DPRD Pekanbaru menilai persoalan drainase menjadi penyebab utama banjir, sementara pemko mengklaim normalisasi terus berjalan.
Prof Firdaus resmi mendaftar calon Rektor Unri 2026–2030 dengan dukungan tokoh adat, ulama dan masyarakat…
Sebanyak 882 siswa SD di Rohil mengikuti TKA susulan akibat gangguan internet, listrik padam, hingga…
Sapi kurban bantuan Presiden RI untuk Bengkalis dibanderol Rp96 juta, sementara pengawasan hewan kurban di…
Polres Kuansing kembali menertibkan aktivitas PETI dengan memusnahkan 10 rakit penambang emas ilegal di Kuantan…