Categories: Hiburan

Bob Tutupoly: Penyanyi, Aktor, Pembawa Acara, hingga Duta Budaya

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Penyanyi legendaris Bobby Tutupoly meninggal dunia setelah sempat beberapa kali keluar masuk rumah sakit atas penyakit yang dideritanya. Ia meninggal dunia Selasa dini hari (5/7/2022) sekitar pukul 00.03 WIB di RS Mayapada Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Jenazahnya kini berada di rumah duka RS Siloam Semanggi Jakarta sembari menunggu waktu pemakaman. Bob Tutupoly lahir di Surabaya, 13 November 1939 silam. Dia menjalani karier di dunia hiburan sebagai penyanyi, aktor sekaligus pembawa acara.

Sebagai seorang penyanyi, lelaki yang meninggal di usia 82 tahun memiliki bakat menyanyi sejak kecil. Dia juga merilis sejumlah karya, seperti ‘Kerinduan’, ‘Mengapa Tiada Maaf Bagiku’, ‘Widuri’, ‘Tinggi Gunung Seribu Janji’, ‘Aku Tak Percaya’, ‘Jangan Pernah Bekata Benci’, ‘Lidah Tak Bertulang’, dan yang lainnya.

Bob Tutupoly juga merilis sejumlah album yaitu The Best Song Of Bob Tutupoly, album Nostalgia 2, album Cinta Nostalgia 2, hingga album Tembang Kenangan Pop Indonesia Vol 6 ‘Kerinduan’.

Bob Tutupoly termasuk penyanyi sukses, di mana sosoknya sangat populer di era 70-an dan 80-an. Dia tidak saja tampil di acara-acara musik dalam negeri. Ia perform sampai ke sejumlah negara seperti di Malaysia, Singapura, dan Hongkong.

Pada tahun 1966-1969, Bob Tutupoly meraih predikat sebagai Penyanyi Kesayangan Siaran ABRI. Bob juga mendapat penghargaan golden records (piringan emas) setelah piringan hitamnya yang terjual dengan sangat baik di pasaran kala itu. Selama beberapa tahun dari 1969 hingga 1976, Bob Tutupoly pernah mencoba peruntungan karier di Amerika Serikat. Selama berada di Negeri Paman Sam, ia sempat merekam beberepa lagu seperti “Hello LA” dan “Bye-Bye Birmingham”.

Pada tahun 1976, Bob Tutupoly kembali ke Indonesia dan merilis lagu “Widuri” ciptaan Slamet Aryadi. Lagu tersebut sukses besar pada waktu itu berhasil melejitkan nama Bob Tutupoly ke puncak karier di industri musik Tanah Air.

Pada tahun 1978, Bob dan Grace Simon mewakili Indonesia di ajang pertukaran artis ASEAN. Ia juga menjadi pemenang pertama Festival Lagu Populer 1980 dan mewakili Indonesia dalam Festival Internasional di Budokan Hall, Jepang. Bersama dengan Bubi Chen, Enteng Tanamal, John Reny Rehatta, Christ Manusama dan Zeth Lekatompessy, Bob Tutupoly juga meraih penghargaan Ambon Jazz Plus atas dedikasinya memajukan musik Tanah Air, terutama Maluku.

 

Sebagai seorang aktor, Bob Tutupoly sempat bermain di sejumlah judul film. Beberapa judul yang ia perankan diantaranya Gli Innamorati Della Becak (Kisah Cinta si Tukang Becak) (1958), Penasaran (1977), dan Sebelah Mata (2008).

Film Gli Innamorati Della Becak adalah film garapan orang Italia. Di film ini, Bob berakting bersama Indriati Iskak dan The Baby Dolls (Baby Huwae, Gaby Mambo, dan Lintje Tambayong alias Rima Melati).

Karier Bob Tutupoly sebagai pembawa acara televisi mulai terbuka lebar setelah lagu ‘Widuri’ sukses besar. Dia sempat menjadi pembawa acara sejumlah program kuis yaitu Pesona 13, Silih berganti, Ragam Pesona, Tembang Kenangan, dan lain lain.

Selain itu, Bob Tutupoly juga menjadi duta budaya yang bertugas membawa kesenian Indonesia di pentas Asia dan dunia internasional. Bob pernah membawa rombongan kesenian Maluku bernama Siwa Lima manggung di beberapa kota di Belanda pada tahun 1985 dan 1988.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: Edwar Yaman

 

 

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

OJK Bebaskan UMKM dari Agunan Pembiayaan hingga Rp100 Juta

OJK membebaskan UMKM dari kewajiban agunan pembiayaan modal kerja hingga Rp100 juta melalui aturan baru…

3 jam ago

Pelayanan Publik Kuansing Raih Nilai A dalam Evaluasi Nasional

Pelayanan publik Pemkab Kuansing meraih nilai 4,47 dengan kategori A dalam evaluasi nasional PEKPPP 2025…

4 jam ago

Ratusan Batang Kayu Ilegal Disita, Dua Terduga Pelaku Diamankan

Polisi menangkap dua terduga pelaku ilegal logging di Langgam, Pelalawan, serta menyita ratusan batang kayu…

4 jam ago

Hari Ketiga Pencarian, Bocah Tenggelam di Sungai Ngaso Ditemukan Meninggal

Bocah 8 tahun yang hanyut di Sungai Ngaso, Rohul, akhirnya ditemukan meninggal dunia pada hari…

4 jam ago

Propemperda 2026, DPRD Pekanbaru Bahas 17 Ranperda

DPRD Pekanbaru menetapkan 17 Ranperda dalam Propemperda 2026, terdiri dari usulan DPRD dan Pemko untuk…

5 jam ago

Urai Kemacetan, Traffic Light Simpang Paus–Nangka Resmi Difungsikan

Pemko Pekanbaru mulai mengoperasikan traffic light di Simpang Jalan Paus–Tuanku Tambusai untuk mengurai kemacetan dan…

6 jam ago