Categories: Gaya Hidup

Tertawa Bukanlah Satu-satunya Ciri Anak Bahagia Lho

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Setiap orang tua menginginkan anaknya tumbuh dengan sehat dan bahagia. Nah, biasanya, indikator orang tua dalam melihat anaknya bahagia adalah dengan tertawa atau ceria. Tapi, tertawanya anak-anak bukanlah tanda utama kalau anak berkembang dengan bahagia.

Diungkapkan Psikolog Anak Ayoe P Sutomo dari Tiga Generasi, tertawa riang dan ceria memang menunjukkan kalau buah hati dalam keadaan bahagia. “Sekitar 70 persen (orang tua) jawab iya, melihat anaknya bahagia ketika tertawa. Tapi kita melihat anak bahagia bukan dari ketawa saja,” kata Ayoe dalam talkshow bersama Lactogrow dalam rangka Hari Kebahagiaan Internasional.

Sehingga, ada ciri-ciri lainnya yang perlu juga diperhatikan orang tua, apakah sang buah hati sudah bahagia atau belum selama pertumbuhan. Ciri tersebut antara lain bisa dilihat dari ekspresi dan gesture-nya yang positif.

Misalnya sang anak bisa mengungkapkan sesuatu yang ia rasakan dengan tepat. Tidak diam saja. Lalu sikap positifnya, misalnya selalu berbagi dengan teman sepermainannya. Selain itu, bagaimana ia bersosialisasi dengan lingkungannya.

Akan tetapi, ekspresi dan sikap positif pada anak hanya bisa terbentuk dengan dukungan penuh orang tua. Sebab, berdasarkan penelitian, 66 persen ditemukan kalau kebahagiaan anak bersumber dari orang tua nya.

Lalu bagaimana caranya?

Selalu berusaha hadir dalam setiap tumbuh kembangnya. Buatlah waktu yang berkualitas bareng anak. Dalam arti, ketika sedang bermain atau melakukan aktivitas lainnya bersama anak, usahakan untuk fokus.

Jauhkan diri dari kerjaan dan ponsel. Dengarkan anak. Dengan begitu sang anak akan merasa selalu diperhatikan dan diberi dukungan dalam setiap langkahnya.

Sedangkan untuk orang tua yang kerja, bukan berarti tidak bisa hadir sepenuhnya untuk anak. “Kuncinya, setiap kali bersama anak, usahakan untuk ciptakan waktu berkualitas,” ujar Ayoe.

Untuk itu, Ayu berharap, para orang tua sudah mulai memprioritaskan kebahagiaan anak. Bukan hanya masalah memenuhi kebutuhannnya, tapi hadirlah secara penuh disampingnya saat anak tumbuh.

Sebab harus diakui, berdasarkan survei, 93 persen orang tua belum memprioritaskan kebahagiaan untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil. Ini berdasarkan survei pada 1.400 responden orang tua yang tersebar di beberapa kota Indonesia.

“Kebahagiaan anak sangat penting sebagai fundamental berkembang. Anak yang tidak bahagia bisa berujung jadi depresi, bahkan ada jurnal yang mengatakan anak akan mengalami obesitas,” tukasnya.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Jalan Pasar Modern Telukkuantan Mulai Diperbaiki, Warga Sambut Gerak Cepat PUPR

PUPR Kuansing mulai memperbaiki Jalan Pasar Modern Telukkuantan yang rusak dan berlubang menjelang Iduladha.

15 jam ago

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

3 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

3 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

3 hari ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

3 hari ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

3 hari ago