Categories: Feature

Air Tak Mengalir Lancar dan Menjadi Genangan Banjir

Persoalan banjir dan air tergenang akibat curah hujan tinggi tak pernah habisnya, di mana dari hasil mitigasi yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Kota Dumai, yang menjadi salah satu penyebabnya karena sampah botol minuman yang memenuhi drainase serta lumpur yang volumenya terus bertambah membuat kedalaman drainase semakin dangkal.

Laporan RPG, Dumai

DUMAI (RIAUPOS.CO) – Hal itu bisa dilihat dari kedalaman drainase di Jalan Sultan Syarif Kasim sekitar 2 meter, kini karena lumpur dan sampah kedalamannya tinggal 1 meter, sehingga ketika turun hujan air tak mengalir lancar, sehingga terjadi banjir.

Pada saat Dinas Pekerjaan Umum Dumai melakukan normalisasi drainase sejak beberapa hari ini, tampak alat berat jenis beko kecil bekerja membersihkan tumpukan sampah di dalam drainase.

Selama pelaksanaan pembersihan yang dilakukan Pemko Dumai di sepanjang drainase itu, banyak ditemukan botol plastik, kaleng minuman, dan sampah-sampah rumah tangga. Namun demikian botol plastik mendominasi hamparan sampah di drainase tersebut.

Aliran sampah itu yang terbawa arus ketika air pasang sehingga mengalir ke arah saluran drainase tertutup. Akibatnya, selain mengganggu aliran air, juga menyebabkan terjadi penyumbatan, sehingga menyebabkan air keluar ke badan jalan dan terjadi genangan air saat hujan.

Kadis PUPR Dumai Riau Alamsyah Satria kemarin, melalui Kepala Bidang Sumber Daya Air Wan Riko Saputra membenarkan adanya kegiatan normalisasi drainase di sejumlah jalan seperti Sultan Syarif Kasim, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Pangeran Diponegoro dan Jalan Sutan Hasanudin.

Ia mengungkapkan, pembersihan dilakukan oleh pihaknya pada drainase yang tersumbat akibat sampah plastik. kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya banjir di musim penghujan dan mempercepat air mengalir.

Tidak hanya menerjunkan puluhan personel, pihaknya juga menurunkan alat berat, karena drainase di penuhi sampah plastik dan endapan lumpur.

“Saat ini memasuki musim penghujan, agar aliran air di drainase bisa lancar makanya dilakukan pembersihan di sejumlah drainase, hasilnya banyak sekali sampah di dalamnya,” katanya melalui telepon seluler.

Riko mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah sembarangan. Kesadaran warga tidak membuang sampah di sembarang tempat sangat penting. (mx12/ade)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

2 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

2 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

3 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

3 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

3 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

3 hari ago