Categories: Feature

” Tanah Hilang, Kami pun Pindah ”

 

Abrasi di sepanjang pesisir pantai di wilayah Kota Dumai sudah menjadi ancaman serius. Penanaman pohon mangrove di sepanjang pesisir pantai bisa jadi solusi guna meredam kekuatan abrasi yang berlangsung secara alami ini.

Laporan Syahri Ramlan, Dumai

Seorang kakek berusia 83 tahun bernama Tugiman siang itu berdiri tegak memandangi kerasnya deburan ombak menerpa dinding pantai di Kelurahan Guntung, Kecamatan Medang Kampai. Tiupan angin yang terasa begitu kencang menambah daya ingat Tugiman kalau dirinya memiliki sebidang tanah yang kondisinya sudah hilang diterpa abrasi.

”Dulu, saya ada sebidang tanah di situ. Sekarang tanah saya sudah hilang diterpa abrasi,’’ kata Tugiman sambil mengarahkan jari telunjuknya mengarah ke tengah-tengah pantai, belum lama ini.

Ingatan Tugiman semakin tajam seiring derasnya tiupan angin yang menerpa sepanjang pesisir pantai. ”Dulu di atas itu, ada rumah saya. Selain itu, saya juga sering bercocok tanam. Misalnya tanaman sayur-sayuran,” kata Tugiman.

Sayur-sayuran yang sudah dipanen oleh Tugiman langsung dibawa ke pasar menggunakan sepeda dayung. Di saat kondisi sedang hujan, jalan yang masih berupa tanah liat, sangat sulit untuk dilintasi sepeda dayung.

‘”Kemana-mana pakai sepeda dayung. Kalau hujan, sulit untuk berjalan, sepeda penuh dengan tanah liat,” kata Tugiman mengisahkan pengalamannya yang sudah berjalan belasan tahun.

”Begitu ada abrasi, tanah tempat tinggal hilang. Jalan tanah yang sering kami lintasi dulu juga hilang,” kata Tugiman sambil menuju lokasi jalan tanahnya yang sudah berubah menjadi pantai.

Ujang berusia 65 tahun warga Guntung juga mengalami nasib yang sama. Dimana, tanah dan beserta tempat tinggalnya juga sudah hilang lenyap disapu abrasi. ”Kalau tak salah abrasi itu sudah terjadi belasan tahun,” kata Ujang seraya menambahkan sekitar 500 meter tanah yang hilang itu sudah menjadi pantai.

Abrasi yang berlangsung itu terjadi secara alami dan perlahan-lahan. Dengan kondisi yang perlahan ini setidaknya telah memberikan kesempatan bagi warga untuk bersiap -siap pindah menempati lokasi yang baru.

”Begitu jaraknya sudah dekat, kami pun mulai membongkar rumah untuk pindah ke daratan yang agak jauh dari pantai. Tanah hilang, kamipun pindah,” kata Ujang seraya menambahkan hanya tanam-tanaman yang tidak sempat diselamatkan dari abrasi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai Agus Gunawan tidak menafikan tentang abrasi yang telah menerpa di sepanjang pesisir pantai termasuk di daerah Kelurahan Guntung, Kecamatan Medang Kampai ini. ”Ada sekitar lima ratus meter tanah itu sudah menjadi pantai,” kata Agus.

Satu-satunya cara untuk meredam abrasi ini, tambah Agus, hanya dengan cara melakukan penanaman mangrove. Karena, mangrove bisa menjadi dinding penahan terhadap abrasi.(ade)

 

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Dies Natalis ke-4 Universitas Awal Bros Berlangsung Meriah dan Penuh Makna

Universitas Awal Bros rayakan Dies Natalis ke-4 secara hybrid. Berbagai kegiatan digelar hingga pemberian penghargaan…

1 jam ago

Pekanbaru Teken MoU PSEL, Sampah Disulap Jadi Energi Listrik

Pekanbaru teken MoU PSEL untuk olah sampah jadi energi listrik. Proyek ini ditargetkan kurangi beban…

1 jam ago

Buron Usai Jambret Santunan Ramadan Anak Yatim, Pelaku Diciduk di Sumbar

Pelaku jambret uang santunan anak yatim di Pekanbaru ditangkap di Sumbar setelah buron dua pekan.…

4 jam ago

Polisi Ungkap Penimbunan BBM Subsidi, Solar 3.200 Liter Disita

Polisi di Riau menangkap dua pelaku penimbunan BBM subsidi. Ribuan liter solar dan pertalite diamankan,…

5 jam ago

Jadi Aset Pemko, Rusunawa Rumbai Siap Ditata Total

Pemko Pekanbaru mulai membenahi Rusunawa Yos Sudarso. Wako soroti kondisi kumuh dan siap beri keringanan…

5 jam ago

Tarif Parkir Kuliner Cut Nyak Dhien Disorot, Pengunjung Dipatok Rp5.000

Pengunjung kuliner malam Cut Nyak Dhien mengeluhkan tarif parkir hingga Rp5.000. Dishub Pekanbaru janji segera…

5 jam ago