PENGECORAN JALAN: Personel TNI menunggal bersama warga melakukan pengecoran Jalan Dewi Sri di Kampung Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, Sabtu (2/3/2024). (KODIM SIAK UNTUK RIAU POS)
RIAUPOS.CO – Pembangunan Jalan Dewi Sri Kampung Sungai Tengah yang mengarah ke persawahan progresnya sudah di atas 56 persen dari panjang jalan yang akan dibangun 1,5 kilometer. Terjadi penambahan panjang jalan, sebelumnya 1,3 kilometer lebih, lalu berubah menjadi 1,5 kilometer.
Demikian dikatakan Dandim 0322/Siak Letkol Arh Riyanto Budi Nugroho MHan. Disebutkan Dandim Riyanto, penambahan dilakukan sesuai keinginan masyarakat.
Disebutkan Dandim, masyarakat mengharapkan jalan yang dibangun itu bisa sampai ke ujung, sekitar persawahan. Tentu saja apa yang menjadi harapan masyarakat bisa direalisasikan. Apa lagi sejauh ini, masyarakat ikut bersama TNI untuk menuntaskan pembangunan jalan itu dalam Program Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-119 di Kampung Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh oleh Kodim 0322/Siak.
“Kami ingin jalan itu dibuat sebaik mungkin sesuai dengan perencanaan, baik lebar, ketebalan dan materialnya. Jangan ada yang dikurang kurangi,” ucap Dandim.
Kekurangan pembiayaan karena ada penambahan panjang, disebutkan Dandim Riyanto akan menjadi tanggung jawabnya. Dandim berkomitmen dengan kualitas. Dia tidak ingin pekerjaan yang asal jadi, asal selesai. Dia menginginkan semua dikerjakan sesuai spesifikasi.
Tak hanya pembangunan jalan, rehab musala, rumah, pembangunan toilet juga mesti sesuai spesifikasi. Hal yang membanggakan bagi Dandim Riyanto, masyarakat tanpa diminta selepas bekerja, ikut membantu pembangunan jalan maupun rehab rumah dan musala.
“Begitu dekat, begitu akrab, bahkan tak ada jarak. Sebab masyarakat adalah keluarga kami, orang tua kami, kerabat kami, teman kami, adik kami,” ucap Dandim.
TMMD ini bentuk pengabdian, pelayanan, perhatian, kasih sayang TNI terhadap masyarakat. Dan semua itu tak akan pernah berhenti meski TMMD ini selesai. “Komunikasi kita, kebersamaan kita tak akan pernah berakhir meski TMMD ke-119 ini selesai,” kata Dandim.
Enam unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), diimplementasikan di lokasi TMMD. Pertama, TNI bersama rakyat manunggal dengan alam berupa penanaman pohon dan pelestarian mangrove di wilayah Sungai Tengah, Kecamatan Sabak Auh, dan Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit.
Kedua, pengentasan anak stunting atau tengkes melalui program pendampingan dan bantuan asupan gizi. Untuk hal ini, Dandim sebagai Bapak Asuh Anak Stunting Kabupaten Siak, terus bergerak memberikan sosialisasi dan pemahaman kepada warga, terutama orangtua anak tengkes.
Ketiga, rehab rumah tidak layak huni. Ada empat rumah warga yang kami rehab.
Keempat, TNI manunggal air berupa pembuatan sumur bor 2 titik. Hal ini ke depan akan terus di kembangkan, bagaimana setiap rumah memiliki air bersih berbiaya murah. “Kami sedang mencarikan formulanya, mudah mudahan dapat segera kami luncurkan ke masyarakat,” sebut Dandim.
Kelima, pembersihan pasar dan saluran air di Pasar Sabak Auh. Tentu hal ini menjadi sangat penting, karena lingkungan yang bersih, terutama pasar akan berdampak pada kesehatan masyarakat, setelah ditunjang dengan ketersediaan air bersih dan keenam, pembangunan dua unit MCK, dan renovasi tempat ibadah, berupa musala satu unit.(gem)
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…
Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…
Sebanyak 117 kendaraan ditindak dalam razia gabungan di Jalan Sudirman Pekanbaru, termasuk truk ODOL dan…
Universitas Hang Tuah Pekanbaru menyembelih empat sapi kurban pada Iduladha 1447 H dan membagikannya kepada…
Jalan Pesisir di Rumbai yang puluhan tahun rusak segera diperbaiki. Anggaran pembangunan mencapai Rp11,8 miliar.
Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.