Categories: Ekonomi Bisnis

Anggaran PC-PEN dan Pencegahan Covid-19 Riau Terserap Rp2,24 Triliun

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Di tahun 2021, pemerintah pusat juga memberikan prioritas alokasi untuk pemulihan ekonomi nasional pada APBN. Pemerintah sudah mengalokasikan Rp699,43 triliun pada 4 klaster PC PEN yaitu kesehatan, perlinsos, program prioritas dan dukungan UKM dan korporasi.

Sampai dengan Juni 2021 telah terealisasi Rp168,49 triliun. Realisasi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN), PC PEN periode triwulan 2, secara q-to-q meningkat 17,77 persen.

"Sementara di Riau, anggaran PC-PEN dan pencegahan Covid-19 secara total sudah terserap Rp2,24 triliun," kata Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Riau Ismed Saputra, Jumat (30/7).

Ismed merinci, pada klaster kesehatan, berupa pembayaran klaim rumah sakit/therapeutik sebesar Rp89,26 miliar pada 47 rumah sakit dan 1.317 pasien.

Pada klaster perlinsos tersalur bansos Program Keluarga Harapan (PKH) sebesar Rp241,06 miliar untuk 313.039 KPM, program sembako dan bansos tunai sebesar Rp266,89 miliar kepada 1.334.471 KPM, program bantuan sosial tunai tersalur Rp203,09 miliar untuk 676.960 KPM.

"Lalu, program kartu prakerja tersalur Rp257,11 miliar kepada 72.425 peserta, diskon listrik Ro60,27 miliar bagi 434.603 pelanggan, serta program BLT dana desa tersalur Rp486,84 miliar untuk 1.591 desa," ujarnya.

Lebih lanjut, Ismed memaparkan, pada claster program prioritas terdapat program padat karya PUPR yang tersalur Rp250,11 miliar kepada 13.671 tenaga kerja, padat karya Kemenhub terealisasi Rp3,70 miliar kepada 180 tenaga kerja, padat karya Kementan terealisasi Rp22,39 miliar kepada 6.507 tenaga kerja, serta padat karya KLHK terealisasi Rp2,91 miliar. Pada klaster dukungan UMKM dan korporasi disalurkan Rp357,22 miliar bagi 297.683 pelaku usaha mikro.

Di tengah kenaikan kasus Covid-19 yang meningkat sangat signifikan, dan adanya program pengetatan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro, pemerintah berupaya semaksimal mungkin menahan dampaknya terhadap aspek kesehatan, sosial dan ekonomi. Untuk itu pemerintah menaikkan dukungan APBN melalui program PC PEN dari sebelumnya Rp699,43 triliun menjadi Rp744,75 triliun.

Pemenuhan anggaran tambahan tersebut akan diperoleh dari refocusing anggaran untuk meneliti dan menyisi anggaran baik di kementerian/lembaga maupun di daerah supaya semuanya ditujukan prioritasnya adalah untuk membantu rakyat menangani Covid-19 dan agar dunia usaha dapat pulih kembali.

"Anggaran yang sudah disalurkan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan dengan seefektif mungkin agar dapat memberikan dampak yang berarti bagi kemajuan Riau. Selain itu, diharapkan besarnya APBN yang disalurkan untuk penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional benar-benar akan dapat membawa Riau pulih dari dampak yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19 baik dari sisi kesehatan, ekonomi, maupun sosial," pungkas Ismed.(anf)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

187 Jemaah Kuansing Siap ke Tanah Suci, Ini Lokasi Hotel Dekat Masjid Nabawi

Sebanyak 187 JCH Kuansing berangkat 30 April 2026. Hotel di Madinah hanya 30 meter dari…

11 jam ago

Dari Demo ke Penggerebekan, Dugaan Peredaran Narkoba di Panipahan Terkuak

Aksi warga di Panipahan berujung perusakan rumah dan temuan diduga sabu. Polisi selidiki kasus, Polda…

11 jam ago

Tergerus Pasang Surut, Jalan di Inhil Ambruk dan Tak Bisa Dilalui

Jalan Kampung Baru di Inhil amblas akibat gerusan air pasang surut. Akses warga terputus, BPBD…

12 jam ago

Komisaris hingga Direktur SPBU Diciduk, Skandal Solar Subsidi Terbongkar

Polisi tangkap komisaris dan direktur SPBU terkait penyelewengan solar subsidi di Pelalawan. Modus gunakan tangki…

12 jam ago

25 Kios Batu Akik Pasar Palapa Dibongkar, Area Disulap Jadi Taman dan Parkir

Pemko Pekanbaru bongkar 25 kios batu akik di Pasar Palapa. Area akan ditata jadi taman…

13 jam ago

KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif, Marjani Bantah Terlibat

KPK resmi menahan Marjani, ajudan Gubernur Riau nonaktif. Ia membantah terlibat dan mengaku namanya hanya…

16 jam ago