manager-updk-pekanbaru-walkdown-ke-ulpltg-teluk-lembu
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Demi menjaga budaya Care for Asset, Manager Unit Pelaksana Pengendalian dan Pembangkitan (UPDK) Pekanbaru Yuskar Radianto walkdown ke Unit Layanan Pusat Listrik Tenaga Gas (ULPLTG) Teluk Lembu, didampingi Manajer ULPLTG Teluk Lembu Ridwan, Kamis (19/5).
Yuskar berharap, kesadaran menjaga aset ini tertanam di seluruh lapisan pegawai. "Selain memastikan peralatan dalam kondisi baik, saya berharap kegiatan walkdown ini bisa membudaya di seluruh pegawai," ungkapnya sembari berkeliling.
Ia berharap, dengan atau tanpa kehadirannya di sini, seluruh pegawai tetap menaruh perhatian lebih bagi lingkungan kerjanya, dimulai dari manajer hingga seluruh jajaran di bawahnya.
Menanggapi hal tersebut, Manajer ULPLTG Teluk Lembu Ridwan menyampaikan kesiapannya. Ia memastikan siap menjaga lingkungan unit. "Kunjungan manajemen ke unit seperti ini menjadi motivasi tersendiri bagi kami," ucapnya.
Manajer UPDK Pekanbaru sekaligus melaksanakan Inspeksi K3 dan Keamanan di ULPLTG Teluk Lembu didampingi Pejabat Pelaksana K3 dan Keamanan UPDK Pekanbaru Endang Afria Darma. Inspeksi ini meliputi pengecekan peralatan dalam kondisi darurat seperti hydrant, alat pemadam api ringan (APAR), perlengkapan P3K, dan lain sebagainya. "Pelaksanaan inspeksi ini untuk memastikan seluruh peralatan yang digunakan untuk menghadapi kondisi darurat dalam status siap digunakan," terang Endang.(adv/anf)
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…
Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…