Categories: Ekonomi Bisnis

Impor Mobil CBU di Batam Turun Drastis

BATAM (RIAUPOS.CO) – Impor mobil Completely Build Up (CBU) terus menurun hingga semester pertama 2019 dibanding tiga tahun sebelumnya. Semester pertama 2019, jumlah impornya baru mencapai 227 unit.

“Angkanya turun jauh jika dibandingkan dengan tahun 2016 lalu, dimana jumlah impor mobil CBU mencapai 596 unit,” sebut Kasubdit Humas BP Batam Yudi Haripurdaja, Sabtu (28/9/2019).

Sejak 2016, jumlahnya terus menurun. Pada 2017, impor mobil CBU turun menjadi 330 unit. Dan pada 2018, hanya sedikit mengalami kenaikan, yakni 335 unit.
Jumlah ratusan unit mobil CBU yang masuk beberapa tahun ini sangat jauh jika dibandingkan dengan impor CBU pada 2012, dimana ada 1.429 pengajuan impor.

Tahun 2013, ada 1.265 peng-ajuan impor, 2014 ada 1.077 pengajuan impor, 2015 ada 964 pengajuan impor, dan pada 2016 ada 596 pengajuan impor.

Sejak 2012 hingga 2018, ada 23 importir yang ikut bermain dalam pasar mobil CBU.

Adapun ke-23 importir tersebut antara lain Ganda Nusantara Persada, TC Subaru, Toyota Astra Motor, Megah Jaya Perkasa, Centri Japri Auto, Indo Auto Trade, Eurasia Auto Dinamika, Arnada Pratama Indonesia, Jaya Auto Central, Garuda Mataram Motor, Ford Motor Indonesia, Duwin Motor Indonesia T Eight Gallery, Oriental Komobindo Bahtera, KIA Indonesia Motor, Wahana Varia Motorindo, Surya Sejahtera Otomotif, Inti Jaya Cemerlang dan Eurokars Motor Indonesia.

Namun, sejak 2012 hingga 2018, hanya Ganda Nusantara Persada, Toyota Astra Motor dan Eurasia Auto Dinamika yang masih rutin mengajukan kuota mobil impor, meskipun jumlahnya terus menurun.

Bahkan dari 23 importir yang aktif mengimpor mobil sejak 2012, pada 2018 hanya tinggal lima importir.

Pada 2012, Ganda mengajukan kuota impor untuk 430 mobil CBU. Jumlahnya terus naik turun dalam rentang 2012 hingga 2016. Pada 2017, mereka hanya mengimpor 240 mobil CBU. Tahun ini, mereka hanya bisa mengimpor sekitar 30 unit mobil CBU.

Begitu juga dengan Toyota Astra. Pada 2012, mereka mengimpor 300 unit mobil. Namun, mulai 2015 hingga 2018, Toyota hanya mengimpor mobil di bawah 50 unit. Bahkan pada 2018, hanya sekitar 10 unit.

Lalu bagaimana dengan perusahaan lain? Banyak importir lain yang menyetop impor mobil CBU dan fokus mengalihkan bisnisnya ke sektor yang lain. Namun, ada juga yang tutup atau gulung tikar seperti Ford pada 2016 silam.

Ini juga bisa dilihat semakin sepinya mobil CBU yang mengaspal di jalanan Batam saat ini.

Sumber: Batampos.co.id

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Sampah Harian Capai 85 Ton, Pengelolaan Baru 2 Persen, Pemkab Meranti Siapkan Pembentukan LPS dan TPST

Kabupaten Kepulauan Meranti menghadapi tantangan besar pengelolaan sampah, di mana dari 85 ton timbulan sampah…

44 menit ago

Sempat Gagal Tahap Pertama, 6 Bakal Calon Penghulu di Rohil Ikuti Tes Mengaji Ulang

Sebanyak enam bakal calon penghulu yang sempat gagal pada tahap pertama mengikuti tes mengaji susulan…

1 jam ago

Peningkatan Jalan Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Tuntas 100 Persen

Pengecoran jalan akses Terminal Penumpang Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang selesai 100 persen dan kini memasuki…

7 jam ago

Kebakaran Hebat di Payung Sekaki Pekanbaru: 7 Gudang Avian Terbakar, Tak Ada Korban Jiwa

Sebanyak tujuh unit gudang di Kawasan Pergudangan Avian Jalan Siak II Pekanbaru ludes terbakar pada…

8 jam ago

Penyaluran Makan Bergizi Gratis Bagi 39 Ribu Warga Meranti Dihentikan Sementara

Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis bagi 39 ribu penerima…

8 jam ago

Realisasi APBD Inhil Baru 58,07 Persen, Bupati Herman Minta OPD Gesa Program

Bupati Indragiri Hilir Herman meminta seluruh OPD memacu percepatan realisasi APBD 2026 yang baru mencapai…

9 jam ago