Categories: Ekonomi Bisnis

Corona Mewabah, Pemerintah Disarankan Cari Pasar Lain

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Kegiatan ekonomi global terganggu akibat isu wabah virus corona. Perputaran uang menjadi lambat, aktivitas ekonomi lesu. Pernyataan itu diungkapkan oleh Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Ahmad Heri Firdaus.

“Perputaran uang menjadi lambat, aktivitas ekonomi lesu. Seperti aliran barang, jasa, dan investasi. Ujung-ujungnya mempengaruhi daya beli masyarakat. Tenaga kerja di seluruh negara pun terdampak,” kata Heri di ITS Office Tower, Pasar Minggu, Kamis (27/2).

Hubungan ekonomi Indonesia dan Cina sedang hangat-hangatnya. Makin erat. Baik dalam sektor industri, jasa, dan pariwisata. Sektor yang terakhir disebut itu paling awal langsung terkena imbas wabah Covid-19.

Ditutupnya penerbangan menuju atau dari Cina menimbulkan efek domino. Merugikan maskapai, perhotelan, dan industri kuliner. Pemasukan dari sektor tersebut pun anjlok. Begitu pula dari sektor manufaktur.

“Indonesia banyak mengimpor bahan baku dari Cina. Apalagi Wuhan adalah kota industri dan jasa. Banyak pabrikan mulai dari industri hilir, intermediet, hingga bahan baku,” jelasnya.

Praktis, aliran suplai bahan baku dari Cina berkurang. Bahkan langsung stop. Akibatnya, menimbulkan kelangkaan di dalam negeri. Misalnya, bahan baku untuk barang elektronik maupun otomitif yang sangat bergantung dari Negeri Panda itu.

“Tiba-tiba mereka stop atau kurang pasti kita akan kena shock. Pasti terganggu,” ujar Heri.

Akibatnya, akan muncul kelangkaan barang, minimnya produksi, inflasi, dan mempengaruhi daya beli masyarakat. Lantas bagaimana solusinya? Heri menyebut Indonesia harus segera mencari dan memetakan negara lain sebagai alternatif mengganti peran Cina dalam dagang internasional. Terutama yang memiliki barang sama kompetitifnya dengan Cina dan bisa diterima oleh industri tanah air. Misalnya, impor bahan baku komponen elektronik.

“Selain dari Cina, mana lagi yang bisa menyediakan? Yang harganya sama murahnya dengan Cina. Atau yang kualitasnya sama, sehingga cocok dengan industri tanah air. Tujuannya adalah agar industry tidak kekurangan bahan baku,” urainya.

Heri sangat yakin bukan cuma Indonesia yang akan bertindak demikian. Vietnam juga akan benar-benar memanfaatkan momentum wabah virus corona untuk mencari peluang. Usaha yang sama bisa diterapkan untuk sektor pariwisata. Tapi, pemerintah harus getol mempromosikan daerah wisatanya go internasional.

“Katakanlah wisatawan asing yang tadinya mau datang ke Cina, nggak jadi, suruh dateng ke Indonesia,” urainya.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Ekonomi LIPI Agus Eko Nugroho menuturkan, dampak ekonomi penyebaran virus Covid-19. Hasil perhitungan mereka pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini akan terkoreksi 0,19 persen hingga 0,29 persen.

“Pertumbuhan akan berada di angka 4,84 persen untuk kasus moderat dan hanya mencapai 4,74 persen jika kepanikan terus meluas,” tuturnya di kantor LIPI kemarin.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Bobol Toko HP di Pekanbaru, Terduga Pencuri 25 iPhone Ditangkap

Polsek Bukit Raya menangkap terduga pelaku pencurian 25 unit iPhone di Marpoyan Damai dengan kerugian…

2 hari ago

Empat Lagu Tradisional Rohul Resmi Kantongi Sertifikat Kekayaan Intelektual

Empat lagu daerah Rokan Hulu resmi mendapat sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal dari Kemenkum RI.

2 hari ago

Meski Langka, Harga Minyakita di Kepulauan Meranti Masih Dijual Sesuai HET

Harga Minyakita di Kepulauan Meranti masih sesuai HET meski stok terbatas dan belum memenuhi kebutuhan…

2 hari ago

Bahas Persiapan MTQ Riau, Bupati Kuansing Temui Sekdaprov

Bupati Kuansing bertemu Sekdaprov Riau membahas persiapan MTQ ke-44 tingkat Provinsi Riau yang digelar Juni…

2 hari ago

Kajati Riau Lantik Fredy Feronico Jadi Kajari Rohul

Kajati Riau melantik sejumlah pejabat struktural, termasuk Fredy Feronico Simanjuntak sebagai Kajari Rokan Hulu.

2 hari ago

Minyakita Mahal di Pekanbaru, Bapanas Minta Produsen Transparan soal Distribusi

Bapanas mempertanyakan distribusi Minyakita di Riau setelah menemukan harga minyak goreng tersebut tembus Rp20 ribu…

2 hari ago